Gencatan Senjata Gaza Hanya Tipu Daya Kapitalis


author photo

19 Feb 2026 - 15.55 WIB



Oleh:saridah(aktivis muslimah)

Ribuan warga Palestina 'lenyap' diduga akibat senjata yang digunakan militer Israel di Jalur Gaza sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023. Makna lenyap ini yakni warga Palestina korban pencaplokan militer Israel tidak dapat menemukan jenazahnya karena amunisi termal dan termobarik.
Dugaan penggunaan amunisi termal dan termobarik berdasarkan laporan investigasi khusus Al Jazeera, media terkemuka yang berbasis di Qatar. Investigasi tersebut seperti dilaporkan Al Jazeera dan dilansir Anadolu Agency, Jumat (13/2/2026), tertuang dalam laporan investigasi khusus Al Jazeera berjudul 'The Rest of the Story' yang ditayangkan pada Senin (9/2) waktu setempat.

Dalam laporan tersebut, lenyapnya ribuan warga Palestina dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi oleh Israel, yang diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap tanpa meninggalkan jejak.Jakarta-detik.com

negeri-negeri muslim, seperti Mesir, Yordania, Turki, Pakistan, dan lainnya memiliki tugas untuk menggerakkan tentaranya sekuat tenaga dalam membebaskan Palestina, Tanah yang Diberkahi.

Dengan pembebasan ini, juga pembebasan Yerusalem, kebahagiaan bangsa Palestina akan seiring dengan kemenangan agama Allah Swt.. Namun, itu tidak terjadi karena rezim pengkhianat dan boneka dari kalangan penguasa muslim menghalangi para tentara muslim berjihad fi sabilillah.

Apalagi,para penguasa muslim itu justru memberi peluang musuh-musuh Allah Swt. untuk menumpahkan darah, serta menghancurkan dan menodai rumah kaum muslim.

Bahkan, mereka menjadikan musuh-musuh Allah Swt. memiliki segala alasan untuk menindas kaum muslim, juga menakut-nakuti negeri-negeri muslim agar tidak melakukan tindakan apa pun. “Oleh karena itu, untuk memastikan kembalinya martabat bangsa Palestina dan pembebasannya secara maksimal, itu hanya dapat dicapai dengan menggantikan rezim boneka dan mendirikan Khilafah sesuai metode kenabian.

Zion*s Yahudi telah mencurahkan kebencian terhadap kaum muslim dalam bentuk kebrutalan, pembunuhan, penghancuran, pengepungan, dan berbagai kejahatan dengan dukungan penuh dari Barat dan rezim pengkhianat.

Zion*s Yahudi belum mampu memulihkan citra yang diinginkannya, juga tidak mencapai tujuan yang ia umumkan dan bayangkan,”

Ini karena para mujahidin tidak menyerah atau menyatakan menyerah. para mujahidin ini terus memberikan fakta menyakitkan bagi Zion*s di seluruh Gaza. Bahkan, Zion*s tidak mampu membebaskan para sandera.

Tertanam kuat di dalam pikiran warga Palestina bahwa meskipun Zion*s banyak membunuh, tetapi Zion*s tidak layak berlaga di medan tempur untuk melawan para pahlawan Islam yang mencintai syahid dan jihad di jalan Allah Swt..

Yang terjadi pada Zion*s selama 460 hari setelah pengeboman di Gaza adalah makin dekat pada kehancuran dibandingkan kelangsungan hidup mereka.

Perang ini akan menjadi kenangan kuat bagi masyarakat Gaza dan seluruh bangsa Palestina.ini bukan hanya perang dengan pihak yang merampas kekuasaan, melainkan perang dan konfrontasi antara Amerika Serikat–pemimpin kekafiran— beserta negara-negara Barat dan rezim-rezim pengkhianat dengan sebagian besar rakyat Gaza.

Sebelumnya telah terjadi pengabaian dan pengepungan warga Gaza dalam apa yang diistilahkan dengan “penjagaan” oleh Zion*s dan apa yang ada di balik “penjagaan” itu.

Amerika telah memberikan senjata dan amunisi kepada Zion*s Yahudi yang kejahatan mereka diliput di forum-forum internasional.

para penguasa muslim yang berkhianat justru membuka negeri-negerinya sebagai jalan bagi pasokan senjata, makanan, minuman, dan bahan bakar kepada Zion*s.

Perang ini sejatinya adalah perang antara hak dan batil.Kalaupun seluruh dunia bersatu untuk menghancurkan Palestina—meskipun kondisinya lemah dan terfragmentasi—, maka dunia tidak akan mampu mengalahkan Palestina selama bangsa Palestina tetap beriman dan bertawakal kepada Allah Swt.,” tuturnya.

Harus Waspada
masyarakat Gaza, para mujahidin, dan para politisinya harus sangat waspada terhadap musuh-musuh Allah Swt. pada saat mereka datang membawa bantuan kepada Gaza. “Sebabnya, tangan yang sama telah membantu Zion*s dengan pasokan senjata.

Harus waspada 
juga terhadap pihak-pihak lain yang datang ke Gaza atas nama mediasi karena mereka turut menyokong pengepungan Zion*s terhadap Gaza. “Mereka justru lebih dekat dengan entitas Zion*s Yahudi dibandingkan dengan Gaza dan rakyatnya.

Meskipun gencatan senjata ini membawa kegembiraan dan kelegaan bagi masyarakat Gaza, tetapi tidak berarti aman dari penipuan dan pengkhianatan kaum pengkhianat dan pelanggar perjanjian sebagaimana yang difirmankan Allah Swt dalam QS Al-Baqarah: 100, “Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.”

Tidak ada pembalasan atas darah kaum muslim di Gaza, kecuali dengan membersihkan Tanah yang Diberkahi ini dari kekejian Zion*s Yahudi yang tidak akan berakhir melalui kesepakatan.

Dengan demikian makna jihad, kepahlawanan para mujahidin, istilah ‘jarak nol’, dan sosok syuhada yang bersujud tidak akan hilang dari ingatan. “Justru, peristiwa tersebut akan menginspirasi seluruh kaum muslim, menghidupkan kembali makna jihad, arti kesabaran dan ketabahan, serta mengobarkan girah kaum muslim yang merindukan jihad dan pembebasan Palestina.

Kaum muslim akan makin menyadari bahwa yang menjadi belenggu atas semua ini adalah sistem [sekuler kapitalisme]. “Lalu, mereka akan melepaskan sistem tersebut, merapikan barisan mereka, mengangkat panji jihad, dan melakukan pembebasan Palestina.

Selain itu peristiwa di Gaza telah mengukuhkan kenyataan bahwa Palestina hidup dan tidak akan mati.Mereka sedang mempersiapkan hari pembebasan, kemudian menegakkan daulah yang akan menaungi dunia dengan kewibawaannya, mengutip sabda Rasulullah saw. riwayat Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Baihaqi, “Sesungguhnya Allah, Rabb-ku, menghimpunkan bumi untukku sehingga aku melihat bumi sebelah timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan sampai kepada bagian bumi yang dihimpunkan untukku.”

Sebagai penutup, menyitir QS Ash-Shaffat: 171—172, “Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.”
Bagikan:
KOMENTAR