‎ ‎
‎ ‎

Ketua “Aspal” Bikin Gaduh, DPW IWOI Aceh Bongkar Status Rahmat yang Dicoret dari Kepengurusan


author photo

24 Mei 2026 - 15.56 WIB



Banda Aceh — Polemik internal di tubuh Ikatan Wartawan Online Indonesia Aceh Timur kembali mencuat setelah muncul pernyataan seorang pria bernama Rahmat yang masih mengatasnamakan diri sebagai Ketua DPD IWO Indonesia Aceh Timur dalam pemberitaan media nasional terkait bantuan banjir yang tak kunjung cair. Minggu (24 Mei 2026).

Menanggapi hal itu, Ketua DPW IWO Indonesia Aceh, Dimas KHS AMF, angkat bicara dan menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepengurusan di tubuh organisasi tersebut. Ia bahkan menyebut Rahmat sudah tidak lagi tercatat sebagai pengurus resmi IWO Indonesia Aceh Timur.

“Pernyataan itu membuat pemerintah kabupaten maupun provinsi mengira yang bersangkutan masih menjabat sebagai Ketua IWOI Aceh Timur. Padahal statusnya sudah bukan lagi pengurus,” kata Dimas dalam keterangan pers, Minggu (23/5/2026).

Menurut Dimas, kepengurusan resmi DPD IWO Indonesia Aceh Timur telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 176/SK/IWO.I/W/V/2023 dan sudah dilaporkan ke DPP untuk agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Dalam struktur tersebut, posisi Ketua DPD dijabat oleh Ismail, didampingi Sabar Hati sebagai wakil ketua, Bahrum sebagai sekretaris, dan Mukhlis sebagai bendahara.

Dimas mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi pergantian kepengurusan di tingkat DPD Aceh Timur. Namun ia memastikan struktur yang berlaku saat ini bersifat final dan sah secara organisasi.

“Saya tegaskan kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, bahwa saudara Rahmat bukan Ketua DPD IWO Indonesia Aceh Timur,” ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan DPW IWO Indonesia Aceh ini sekaligus menjadi tamparan keras terhadap klaim sepihak yang dinilai berpotensi menyesatkan publik dan menciptakan kebingungan di internal maupun eksternal organisasi.

Sementara itu, Ismail meminta seluruh anggota organisasi menghormati aturan serta mekanisme internal sebelum menyampaikan pernyataan ke ruang publik.

“Dalam organisasi ada aturan dan kewenangan yang harus dipahami bersama. Jangan sampai pernyataan pribadi justru merusak marwah organisasi,” kata Ismail.

Ia menegaskan, kepengurusan DPD IWO Indonesia Aceh Timur saat ini tetap fokus menjaga profesionalisme organisasi serta memperkuat solidaritas antaranggota di tengah dinamika yang berkembang.(MN)
Bagikan:
KOMENTAR