Oleh: Novi Noor (Pemerhati Masalah Umat)
Terungkap kasus aborsi di Tanjung Laut yang turut mendapat atensi dari legislator. Kasus ini dinilai karena pergaulan bebas di lingkungan remaja hingga menyebabkan korban jiwa. Anggota Fraksi Golkar bersama Nasdem Rustam menilai pemerintah perlu meningkatkan peran serta dalam pendidikan karakter anak muda. Kasus aborsi seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, bukan hanya orang tua, tetapi pemerintah dan sekolah.
Politisi Golkar ini mengatakan, peran pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bisa mengintervensi dalam pendidikan di bangku sekolah. Sedangkan, pengawasan dan pembinaan orang tua bisa dilakukan oleh setiap lurah di masing-masing wilayah. “Ini tanggung jawab semua pihak, termasuk kami di parlemen. Makanya kita harus bersama-sama menciptakan iklim yang positif untuk tumbuh kembang remaja di Bontang,” ujar Rustam beberapa waktu lalu.
Bukan hanya aborsi, peredaran narkoba maupun minuman keras juga perlu diawasi bersama-sama. Selama ini penegakan hukum menjadi ujung tombak, seharusnya pendekatan persuasif dikedepankan. Namun, revolusi mental dan pembentukan karakter membutuhkan dukungan setiap pihak. Maka dari itu, keluarga, tetangga hingga kelompok sosial harus bersama bergandengan tangan demi menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
Problem Berulang
Kita tentu miris dengan apa yang terjadi terhadap remaja saat ini yang makin kritis. Bagaikan fenomena berulang yang tak kunjung reda. Tak habis pikir, begitu tega membunuh janin-janin tak berdosa. Mereka bahkan belum sempat melihat wajah kedua orang tuanya. Raga kecil mereka dipaksa keluar dengan alat vakum. Praktik aborsi ilegal akibat pergaulan bebas ramaja.
Maraknya kasus aborsi, peredaran narkoba, minuman keras menunjukan buruknya sistem kehidupan kita hari ini. Remaja yang masih sangat belia bisa dengan mudah berdua-duaan tanpa ada yang menegur. Mereka berinteraksi layaknya suami istri yang berujung kehamilan yang tak diinginkan. Jika sudah demikian, maka kemungkinannya hanya diaborsi atau dibuang. Sungguh tragis!
Belum lagi narkoba dan minuman keras yang beredar dalam berbagai tipe. Dari harganya murah sampai yang harganya mahal. Begitu mudah didapatkan oleh para remaja. Tak jarang kita dapati berita remaja yang terkena kasus narkoba padahal masih di bangku sekolah. Miris.
Sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan saat ini memang begitu liberal. Pornografi dan pornoaksi ada di mana-mana. Aurat bebas ditampakkan tanpa batas. rongan terhadap syahwat bertebaran di media, zina pun merajalela.
Sekelumit fakta itu menunjukan bahwa sistem sekuler liberal kapitalisme gagal melindungi nyawa manusia dan generasi muda dari kerusakan. Krisis moral makin merajalela, hilangnya nyawa-nyawa tak berdosa bagaikan berita yang sudah sering didengar baik televisi maupun sosial media. Kriminalitas dan berita narkoba pun tak pernah absen.
Berbagai solusi mengatasi krisis moral dengan revolusi mental dan pembentukan karakter pun masih belum memberikan hasilnya. Berharap terhapusnya pergaulan bebas dalam sistem saat ini hanya mimpi di siang bolong jika semua lini kehidupan tidak sehat, jauh dari Islam.
Islam Melindungi Generasi
Islam memiliki perlindungan yang berlapis agar remaja selamat dari pergaulan bebas. Dalam sistem pergaulan Islam, kehidupan laki-laki dan perempuan terpisah, adanya kewajiban menutup aurat, kewajiban menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, larangan khalwat dan ikhtilat, larangan mendekati zina, sanksi bagi pelaku zina, dan kemudahan menikah.
Islam memiliki seperangkat aturan yang membekali remaja saat mereka balig. Sistem Islam juga menerapkan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah, membentuk kepribadian Islam pada murid sehingga mereka mempuyai bekal berupa tsaqofah Islam untuk mengarungi kehidupan agar selamat dunia akhirat.
Konten-konten yang membahayakan umat pun akan dilarang. Budaya asing yang bertentangan dengan Islam juga akan dilarang masuk wilayah kaum muslim. Infrastruktur juga akan didesain dengan dasar akidah sehingga mendukung ketakwaan umat.
Penerapan Islam secara menyeluruh akan menghadirkan generasi yang cemerlang. Mereka bertakwa dan sekaligus menguasai sains dan teknologi. Mereka menjadi generasi emas peradaban mulia yang menyebarkan kebaikan Islam ke seluruh penjuru alam. Wallahu’alam bisshowwab.