Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd alumni Pascasarjana Banjarmasin
Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkuat melalui edukasi langsung kepada pelajar di lima sekolah, sebagai strategi jangka panjang membangun generasi sehat dan berkualitas. Kegiatan sosialisasi yang digelar Otorita IKN bersama Dinkes Provinsi Kaltim dan BKKBN Provinsi Kaltim berlangsung pada Selasa–Kamis (28–30/04/2026) lalu.
Sekitar 600 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 PPU, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 PPU, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 PPU, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 PPU, dan SMPN 2 PPU terlibat dalam kegiatan tersebut. Melalui edukasi ini, Otorita IKN berharap pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan Nusantara ke depan.
Penyelesaian stunting dan kesehatan reproduksi remaja sebenarnya tidak cukup dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi. Pada dasarnya permasalahan tersebut bukan dikarenakan minimnya pengetahuan tetapi berawal dari permasalahan yang bercabang dari sistem negara.
Ketika sistem kesehatan sudah dikerahkan dari berbagai elemen tetapi tidak juga berhasil menekan atau menyentuh akar problem stunting. Berati ada persoalan mendasar atau akar yang belum tersentuh. Sistem kesehatan memang terkait dengan sistem lain, seperti ekonomi yang mana masyarakat tidak bisa memenuhi unsur hidup sehat akibat keterbatasan ekonomi. Sistem pendidikan pun sulit diakses sehingga ketidaktahuan terhadap pola hidup sehat. Sistem sosial yang acuh dan tidak peduli terhadap lingkungan membuat air, udara, dan alam bersih terancam sehingga ibu hamil atau anak jauh dari ideal sehat.
Semua sistem tersebut tidak lepas dari gaya hidup kapitalis sekulerisme. Gaya hidup instan, tidak peduli halal dan tayyibnya makanan, beban hidup yang sulit, termasuk psikologis, pikiran serta hati yang jauh dari ketenangan menambah berbagai penyakit bermunculan termasuk stunting. Ibu hamil, melahirkan dan menyusui serta merawat buah hatinya tidak didukung oleh sistem yang ada juga menambah tingginya angka stunting.
Belum lagi minimnya anggaran dan terbatasnya apa-apa yang berkaitan pendidikan dan kesehatan bukti tidak dijadikan prioritas oleh penguasa saat ini. Andai peduli, pemerintah hanya memenuhi janji kampanye politik dan proyek. Selain itu wilayah IKN memang dalam sorotan sehingga agar terlihat populis, peduli dengan rakyat daerah maka berbagai progam dilaksanakan dengan melibatkan mereka.
Namun kalau dianalisis lebih dalam menjaga reproduksi remaja dengan program tersebut menjadikannya justru mendapatkan edukasi seksual yang aman. Artinya bukannya remaja terjaga, justru seks bebas tanpa rasa takut. Solusi ala kapitalis memang membuat persoalan semakin ruwet.
Oleh karena itu persoalan stunting dan kesehatan reproduksi tidak berdiri sendiri. Tetapi memang sistemik dari ideologi kehidupan saat ini. Saatnya kembali kepada Islam, sistem yang benar-benar peduli kepada umatnya.
Islam Ciptakan Kualitas SDM Unggul
"Dan hendaklah orang-orang yang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan lemah yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar." (TQS. An-Nisa': 9)
Dalam Islam, anak-anak tidak hanya diperhatikan dalam hal kesehatan tetapi juga jiwa atau kepribadian yang tangguh. Oleh karena itu, orang-orang yang takut kepada Allah pasti menyiapkan anak-anak yang kuat, baik sehat fisik maupun mentalnya.
Stunting merupakan tanggung jawab semua, baik individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Jika individu terbatas dalam skup keluarga, misalnya keterbatasan ekonomi maka negara harus mengatasinya, yakni menyejahterakan keluarga.
Pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi perlu keseriusan negara. Negara harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya untuk rakyat sehingga stunting bisa dicegah. Ketentuan Islam mengharuskan pemimpin menjadikan rakyat sebagai tuan yang harus dipenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam dan energi harus dikelola oleh negara dan diperuntukkan bagi seluruh rakyatnya.
Ketika seluruh rakyat sudah terjamin kebutuhan pokoknya, akses pada pangan bergizi menjadi hal yang mudah maka tidak akan ada lagi kasus stunting yang diakibatkan oleh sistem. Hanya negara yang takut kepada Allah dengan menjalankan seluruh sistem kehidupan maka generasi unggul bebas dari stunting dan terhindar pergaulan bebas.
Wallahu a’lam...