Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memperhatinkan


author photo

18 Mei 2026 - 14.24 WIB




Penulis : Alpa dilla, S.Sos

Setiap tahun hari pendidikan Nasional dirayakan, tetapi fakta di lapangan dunia pendidikan makin buram dan memprihatinkan. Kasus penganiayaan, pelecehan makin banyak dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Dunia pendidikan saat ini tidak lagi menjamin keamanan. Dua pelaku kasus penganiayaan pelajar di Bantul berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah terjadi penyelidikan. Korban, Ilham Dwi Saputra (16), meninggal dunia usai mengalami pengeroyokan brutal yang terjadi pada 14 April 2026 di wilayah Pandak. Peristiwa bermula saat korban dijemput dan dibawa ke lokasi sepi sebelum dikeroyok sekitar 10 orang. Polisi telah menetapkan dua tersangka dan masih memburu lima pelaku lainnya, sementara motif sementara diduga terkait aksi balas dendam. ( www.tvonenews)

Selain kasus kekerasan yang dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa kecurangan dalam ujian juga terjadi, maraknya joki UTBK, dan budaya plagiat terjadi merata di semua lembaga pendidikan. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru atau SNPMB 2026 menemukan sejumlah praktik kecurangan yang dilakukan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di hari pertama pelaksanaan, Selasa, 21 April 2026. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok menjelaskan masih ditemukan adanya praktik perjokian dalam tes masuk perguruan tinggi tahun ini.

Tidak hanya kasus penganiyayan yang sering dilakukan pelajar. Pelaku dan pengedar narkoba dikalangan pelajar juga semakin banyak. Banyak pelajar terjerumus bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai perantara atau pengedar karena beberapa alasan imbalan. Beberapa pelajar dijanjikan uang ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah sebagai upah menjadi kurir. Akses gratis ingin mengonsumsi narkoba namun tidak memiliki uang, sehingga mereka bersedia mengedarkan agar mendapatkan barang secara gratis dari pemasok. Pelaku dan pengedar narkoba di kalangan pelajar juga bertambah banyak. (www.kompas)

Peringatan hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Kegagalan implementasi arah/peta jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral. Jika kita kembali melihat dalam UU No 20 Tahun 2003, dimana tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, cakap, kreatif dan menjadi warga Negeri yang dwmokrasi, tetapi pada kenyataanya fakta di lapangan tujuan ini tidak tercapai. Belum lagi kita melihat pendidikan saat ini hanya berfokus kepada materi dan sangat jauh dari peradaban yang cemerlang. 

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius, siswa didorong sebagai alat perekinomian dimana dipaksa juga orang-orang yang halalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas masih di bawah umur) sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan anak semata. Minimnya pendidikan nilai-nilai agama yang benar dalam pendidikan sekuler, memberikan ruang kebebasan yang akhirnya berdampak mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan.

Berbeda dengan Islam. pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh Negeri. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan. Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pelajar. Negeri Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba dalam amal kebaikan. Sinergi pendidikan dalam keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh Negeri harus berpijak pada aqidah dan syariat Islam.
Bagikan:
KOMENTAR