Kabar pembatasan jilbab bagi siswi di Azerbaijan menyisakan pertanyaan mendasar: apakah pendidikan harus dibayar dengan mengorbankan keyakinan?
Azerbaijan adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi kebijakan seragam sekolah yang berlandaskan sekularisme dilaporkan berdampak pada siswi berjilbab. Jika seorang anak harus memilih antara menaati perintah agamanya dan memperoleh hak pendidikan, ada persoalan serius dalam cara negara memahami kebebasan.
Pendidikan semestinya menjadi ruang untuk menumbuhkan ilmu, akhlak, dan penghormatan terhadap keyakinan, bukan tempat seseorang dipaksa menyembunyikan identitas keagamaannya. Keseragaman seragam tidak seharusnya menghapus keberagaman ekspresi beragama, terlebih ketika konstitusi menjamin kebebasan beragama.
Persoalan ini mengingatkan kita bahwa sekularisme bukan satu-satunya jalan untuk mengelola kehidupan bersama. Islam menawarkan solusi melalui pengaturan kehidupan yang berlandaskan akidah, dengan menjamin hak menuntut ilmu, menjaga kehormatan perempuan, dan melindungi kebebasan menjalankan syariat. Pendidikan seharusnya menjadi jalan mendekat kepada Allah, bukan dilema antara ilmu dan iman.
Yuyun Novia S.Th.I