Ketika Ruang Publik Tak Lagi Aman


author photo

28 Sep 2026 - 11.47 WIB



Oleh : Ummu Aiman (Bogor)

Belakangan ini kerap kali muncul disosial media tentang berita pelecehan seksual yang terjadi dimasyarakat. Hal tersebut dapat menimpa baik laki-laki atau perempuan, namun dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat umum, perempuan dianggap korban paling rawan. Secara umum pelecehan mencakup segala bentuk perilaku yang tidak diinginkan, baik ucapan, tindakan, maupun isyarat yang bertujuan merendahkan atau menyinggung. Dampak dari pelecehan tidak hanya berhenti pada rasa malu sesaat, tapi menjadi trauma mendalam yang mempengaruhi hidup orang tersebut. 

Seperti pelecehan yang ramai terjadi pada sesama penumpang pada Kamis (17/09/26) dalam sebuah bus JR Connexion Bogor melaju ke arah Bogor melalui tol Jagorawi, vidio moment korban melawan pelaku viral disosial media (detik.news). Pelaku kemudian diturunkan dan diamankan polisi PJR tol Jagorawi atas permintaan penumpang lain dalam bus dan berakhir damai.

Pelaku kejahatan seperti ini dapat melakukan aksinya dimana saja, baik itu di lembaga pendidikan, pasar, dan tempat umum lainnya, juga sangat menjadi kekhawatiran ditengah tengah masyarakat utamanya bagi anak-anak dan perempuan. Dan kasus yang terjadi di transportasi umum menandakan bahwa belum adanya jaminan keamanan bagi penumpang. Belum lagi sistem kapitalis dan sekularisme yang dapat memberikan kebebasan individu dalam ber aktivitas seperti pergaulan bebas, vidio porno juga kebebasan masyarakat untuk membuka pakaian yang menampilkan aurat dapat menambah faktor kejahatan seksual semakin tinggi. Belum lagi jaminan keamanan diserahkan pada masing masing individu. Hukuman bagi pelakunya pun belum tegas yang tidak memberikan efek jera.

Sedangkan dalam Islam, perempuan harus dimuliakan dan dijaga martabat juga kehormatannya. Islam mengharamkan segala bentuk kekerasan juga penindasan termasuk kejahatan seksual. Islam memiliki sistem sanksi tegas yang memberikan 2 efek sekaligus saat diterapkan negara yaitu zawajir dan jawabir.

Selain itu, Islam menutup seluruh celah kekerasan seksual melalui penerapan sistem pergaulan Islam, agar hubungan sosial berjalan sesuai syariat. Pendidikan juga berperan penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya mengejar akademik tapi membangun kontrol ketaqwaan setiap individu. Dengan aqidah yang kokoh maka kejahatan tidak akan terjadi. Semua ini akan berjalan ketika negara menerapkan Islam secara menyeluruh.
Bagikan:
KOMENTAR
 
Copyright @ 2014-2019 - Radar Informasi Indonesia, PT