Oleh : Alisya Noor Rizqia ( Pelajar/ Aktivis Muslimah )
DPRD Jakarta minta Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi memperbanyak gelaran bursa kerja di tengah tingginya angka pengangguran di Jakarta. Sekretaris Komisi B DPRD Jakarta, Muhammad Lefy mencatat pada Februari 2025 kemarin, ada sebanyak 338.000 orang yang tidak bekerja. Menurutnya, tingkat pengangguran Jakarta secara persentase mencapai 6,18 persen atau meningkat 0,15 persen bila dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, yakni berada pada angka 6,03 persen. Menurut politisi PKB tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta adalah menggelar acara bursa kerja untuk menekan pengangguran di Jakarta yang diprediksi bakal naik lagi.
https://jakarta.bisnis.com/read/20250812/77/1901429/tekan-angka-pengangguran-dprd-minta-pemprov-jakarta-perbanyak-gelar-bursa-kerja
Hal ini penting agar dapat diketahui bahwasanya sistem kapitalisme sekuler justru menjadi penyebab banyaknya pengangguran sebab angka pengangguran itu berasal dari akar masalah yang kompleks.
Mengenai persoalan utama yang menjadikan tingkat pengangguran sangat tinggi ialah akibat kesalahan penerapan sistem kapitalisme, sistem ini terbukti menciptakan ketimpangan ekonomi dan sosial. Bayangkan dengan ekonomi berbasis riba, maka modal menjadi suatu yang penting dalam aktifitas ekonominya, prinsip dalam ekonomi kapitalis "lu punya modal lu punya kuasa" apabila modal dikuasai segelintir orang maka distribusi kekayaan jadi tidak merata.
Kedua, dalam sistem kapitalisme negara tidak serius dlm bertanggung jawab terhadap pekerjaan rakyatnya sebab dalam sistem tsb pekerjaan dianggap suatu komoditas bukan suatu hak yang harus dimiliki oleh rakyatnya.
Lalu ketiga, pendapatan ekonomi kapitalis didominasi oleh pajak. Jadi apa - apa semua dikenakan pajak yang tinggi oleh negara. Bayangkan perusahaan dalam negeri begitu banyak dan karena perusahaan mau untung maka perusahaan melakukan efisiensi salah satunya dengan pemecatan. Sebab hal itu akhirnya terjadilah upah ditekan sementara kualitas sumber daya manusia harus terbaik. Alhasil, para karyawan yang tidak memberikan keuntungan pada perusahaan maka akan dipecat.
Belum lagi tekanan ekonomi pasar bebas biaya produksi yang tinggi mahalnya harga bahan baku yang juga karena dibebani pajak oleh negara, maka ekonomi kapitalis membuat kompetisi diseluruh dunia, mana perusahan yang tidak punya modal akan tergelincir, sebab produk perusahaan dalam negeri kalah bersaing dengan barang impor yang cenderung sangat murah jadi ketika perusahaan itu collabs berujung pada PHK massal maka bertambahlah pengangguran.
Jelaslah bahwa sistem kapitalis ini tidak ideal semakin panjang usianya semakin menambah jumlah pengangguran. Jadi angka pengangguran yang ada saat ini berasal dari akar persoalan yang ngejelimet karena sistem kapitalisme sekuler hari ini membuat pengangguran secara sistemik.
Demikianlah solusi sahih untuk mengatasi problematika ini ialah dengan mengganti sistem kapitalis yang rusak kepada penerapan sistem Islam. Sistem pemerintahan Islam adalah sistem yang ideal untuk mengatur masyarakat berdasarkan hukum-hukum syariah Islam. Sebagaimana bahwa Islam mewajibkan seorang laki-laki untuk bekerja maka negara dalam sistem Islam wajib menyediakan lapangan pekerjaan juga memberikan jaminan hidup bagi rakyatnya, dengan itu pula Daulah Islam akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang mampu menciptakan keadilan dalam distribusi kekayaan, melarang sistem riba dan eksploitasi ekonomi dengan mengatur kepemilikan menjadi tiga kepemilikan yakni kepemilikkan individu, negara, dan umum.
Dengan berdasarkan konsep penerapan sistem Islam, negara menjamin terpenuhinya hak atas rakyatnya secara maksimal dan kehidupan rakyat akan sejahtera.
Wallahu a'lam