Lhokseumawe --- Beberapa waktu yang lalu saat pewarta media ini menyambangi RS Arun pada ruang anggrek, terlihat jarak tempat tidur untuk pasien yang dirawat tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh BPJS, Minggu (24/12/2023).
Saat diwawancarai salah satu keluarga pasien yang dirawat inap di RS Arun mengatakan, tidak nyaman dengan kondisi seperti yang saat ini terjadi, pasalnya dalam satu ruang dulunya hanya di isi dua bed saja namun saat ini dipaksakan menjadi tiga bed," paparnya dengan nada kecewa dengan kondisi RS Arun saat ini.
Lanjutnya lagi, kalau memang kapasitas penuh kenapa tidak dirujuk ke RS yang lain, kenapa harus dipaksakan untuk berdesakan dalam ruang yang ukurannya hanya untuk dua bed," keluh keluarga pasien pada pewarta media ini.
Tambah keluarga pasien lagi, kita berharap agar pihak terkait atau pun dari pihak dinas kesehatan kota Lhokseumawe untuk melakukan cek ke RS Arun agar setiap pasien yang dirawat merasa nyaman dan dapat pulih dengan cepat, bukan saat di rawat pada RS Arun pasien bertambah sakit, paling tidak standar dari perawatan harus ada," pintanya dengan penuh harap.
Saat dikonfirmasi dengan Direktur RS Arun nomor telepon pewarta media ini diblokir oleh sang Direktur yang baru menjabat dan diketahui tidak memiliki izin dari atasannya di Unimal saat menjabat sebagai Direktur RS Arun, diduga Direktur RS Arun alergi dengan pewarta media ini (A1).