Oleh : Purwanti Rahayu
Sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan tenaga kerja lokal, PT Pamapersada Nusantara meluncurkan Program Ijon. Program ini memberikan kesempatan bagi pelajar di sekitar wilayah kerja PT Pamapersada Nusantara Site Kide (PAMA KIDE) untuk memperoleh peluang bekerja di perusahaan tersebut.
Meskipun Program Ijon ini merupakan yang pertama kali diterapkan di Kabupaten Paser, saat ini program tersebut masih terbatas pada wilayah sekitar PT PAMA KIDE, yaitu di Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu.
Deputy Project Manager PT PAMA KIDE, Anom Bayu Aji menyampaikan bahwa Program Ijon menjadi salah satu bentuk perhatian PT Pamapersada Nusantara terhadap peningkatan peluang kerja lokal.
“Program Ijon ini sebagai bentuk komitmen kami dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia di lingkungan sekitar perusahaan yakni di Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu,” ucap Anom Bayu Aji. Selasa (22/4/2025).
Lanjutnya, melalui program Ijon, PT PAMA KIDE mempersiapkan calon pekerja sejak dini. Program ini ditujukan kepada pelajar SMA atau sederajat yang akan segera lulus, memberikan mereka kesempatan untuk siap memasuki dunia kerja. (Korankaltim.com)
*Generasi Siap Kerja dalam Sistem Kapitalisme*
PT PAMA KIDE mempersiapkan calon pekerja sejak dini. Program ini ditujukan kepada pelajar SMA atau sederajat yang akan segera lulus untuk memberikan kesempatan agar mereka siap memasuki dunia kerja.
Generasi saat ini ketika lulus disiapkan agar siap kerja. Seolah bagus dan peduli generasi. Namun, kenyataannya, hanya menjadikan generasi muda sebagai budak korporasi. Bukan lagi sebagai agen perubahan.
Dunia pendidikan, khususnya pelajar dan guru, harus kritis terhadap perusahaan tambang. Ini sangat relevan, terutama mengingat dampak signifikan industri ekstraktif terhadap lingkungan, sosial, dan independensi akademis. Janji pekerjaan, hadiah, beasiswa dan sejenisnya tidak seberapa dengan hasil kekayaan jika dikelola oleh negara. Justru malah menjadi barang sogokan agar kita melempem terhadap kedzaliman penguasa dan perusahaan besar.
Potensi pemuda "dibajak" oleh kepentingan pemodal merujuk pada fenomena di mana energi, kreativitas, dan jumlah populasi muda yang besar (bonus demografi) lebih banyak diarahkan untuk menggerakkan roda ekonomi (kapitalisme) dan menjadi pasar konsumsi, daripada diberdayakan sebagai penggerak perubahan sosial atau pemimpin masa depan yang mandiri.
Inilah yang terjadi dalam sistem kapitalisme. Generasi muda dilemahkan, cukup menjadi tenaga kerja siap pakai. Mereka hanya menjadi budak korporasi. Mereka tidak lagi unggul sebagai motor penggerak perubahan.
*Generasi Emas Islam*
Pendidikan dalam Islam adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh negara, memiliki landasan kuat dalam syariat Islam dan sejarah peradaban Islam.
Pendidikan bukan sekadar pelayanan publik, melainkan amanah bagi penguasa untuk mencerdaskan umat, membentuk karakter (akhlak) mulia, serta membekali mereka untuk menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah (ibadah) dan khalifah di muka bumi.
Visi dan misinya pun sangat jelas untuk membentuk kepribadian Islam berfokus pada integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah ke dalam seluruh aspek kehidupan individu. Hal ini bertujuan membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia (insan kamil).
Sistem pendidikan Islam yang gemilang merupakan pondasi strategis untuk melahirkan "generasi emas" yang berakhlak mulia, cerdas intelektual, dan bermanfaat bagi masyarakat serta peradaban. Generasi ini dibentuk melalui pendekatan integral yang tidak memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Skill diajarkan sebagai bekal kehidupan.
Generasi yang dibina dengan ajaran Islam yang komprehensif (kaffah) akan tumbuh menjadi individu yang kritis, cerdas, dan berakhlak mulia. Islam menempatkan akal pada posisi yang sangat mulia dan mendorong umatnya untuk menggunakannya secara maksimal.
Dengan demikian, pendidikan Islam menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual (kritis) dan keteguhan spiritual (akhlak). Serta membentuk generasi yang menguasai ilmu sains dan kehidupan.
Maka, generasi yang terwujud dalam sistem Islam adalah generasi beriman dan cerdas yang akan melanjutkan peradaban Islam nan mulia.
Wallahu'alam Bisshawab