Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga menggelar kegiatan upgrading dan rapat kerja di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Senin (18/5/2026). Kegiatan bertema “Bersinergi dalam Kepemimpinan, Bergerak dalam Pengabdian, dan Berkarya untuk Kemajuan Himpunan” itu menjadi forum konsolidasi internal sekaligus kritik terhadap budaya organisasi mahasiswa yang dinilai kehilangan arah dan hanya aktif saat agenda seremonial berlangsung.
Ketua Panitia, Dzunnun Al-Misry, menegaskan bahwa upgrading dan rapat kerja tidak boleh dipahami sebagai rutinitas tahunan tanpa dampak nyata. Menurutnya, himpunan mahasiswa harus hadir sebagai ruang pengabdian dan kerja kolektif, bukan sekadar simbol organisasi di atas struktur kepengurusan.
“Organisasi tidak boleh hidup hanya sebatas nama. Himpunan harus bergerak dengan kerja nyata dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa,” ujarnya dalam laporan pembukaan kegiatan.
Ketua Umum HMHK, T. Mursyidul Akhyar, turut menyoroti pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada pengembangan kader. Ia menyebut organisasi mahasiswa saat ini menghadapi tantangan serius berupa menurunnya solidaritas, lemahnya budaya diskusi, serta minimnya ruang tumbuh bagi kader muda.
Menurutnya, kepemimpinan di lingkungan mahasiswa tidak cukup diukur melalui jabatan formal, melainkan dari kemampuan menjaga kebersamaan dan menghadirkan manfaat konkret bagi lingkungan kampus.
“Himpunan harus menjadi rumah belajar bersama, tempat lahirnya gagasan dan ruang bertumbuhnya intelektual muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga, Dr. Agustin Hanapi, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, ia mengingatkan agar organisasi mahasiswa tidak terjebak pada pola kegiatan yang bersifat simbolik dan sesaat.
Menurutnya, organisasi seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, serta integritas mahasiswa dalam menghadapi persoalan sosial maupun akademik.
“Organisasi mahasiswa jangan hanya hidup ketika ada kegiatan seremonial,” tegasnya.
Dalam sesi materi, Muhammad Afif Irvandi El Tahiry membahas arah perkembangan himpunan mahasiswa di tengah perubahan zaman. Ia menilai banyak organisasi mahasiswa kehilangan identitas akibat tidak memiliki visi gerakan yang jelas serta lemahnya kaderisasi internal.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan himpunan bukan terletak pada banyaknya agenda kegiatan, melainkan konsistensi gerakan dan kemampuan melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
“Himpunan tidak boleh berjalan tanpa arah. Organisasi harus mampu membaca keadaan dan menjaga semangat kolektif,” ujarnya.
Materi lain disampaikan Zuhari Alvinda Haris yang menyoroti problem solving dan penyelesaian konflik internal organisasi. Ia menilai perbedaan pendapat dalam himpunan merupakan hal wajar, tetapi dapat menjadi ancaman apabila tidak diselesaikan melalui komunikasi yang sehat.
Menurutnya, banyak organisasi mahasiswa gagal berkembang karena persoalan internal dibiarkan menjadi sekat yang merusak solidaritas.
“Perbedaan seharusnya melahirkan kedewasaan berpikir, bukan perpecahan,” katanya.
Kegiatan upgrading dan rapat kerja tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, agenda itu juga menjadi momentum penegasan arah gerak HMHK agar tidak sekadar hadir sebagai organisasi formalitas, tetapi mampu tampil lebih aktif, visioner, dan berdampak di lingkungan akademik maupun masyarakat.(**)