Dewantara -- Geuchik Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara, Murdani dituding warga setempat tidak transparan. Bahkan salah seorang Kepala Dusun di desa tersebut mengundurkan diri.
Perihal pengunduran diri kepala dusun ini disebut-sebut dipicu oleh sikap geuchik tidak mau memberi tahu anggaran pekerjaan proyek fisik bersumber dari dana desa 2022
"Geuchik tidak terbuka kepada warga hingga kepala dusun mengundurkan diri dari jabatan" ujar salah seorang sumber kepada media ini, Senin (15/8/22).
Diceritakan, pada Selasa (9/8) pagi terjadi penyetopan pekerjaan oleh warga Dusun V Tambon Tunong. Warga menyetop pekerjaan pengerasan jalan sumber dana desa oleh pihak ketiga karena warga tidak dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.
"Warga protes karena disaat diminta kerjakan oleh warga sini, tapi geuchik bilang harga borongan warga terlalu tinggi. Katanya tidak masuk RAB, tapi begitu ditanya berapa anggarannya tidak diberitahu. Malah geuchik mengerjakan sendiri proyek itu," ujar sumber media ini.
Sempat terjadi kisruh di lokasi pekerjaan hingga harus dilerai oleh beberapa tokoh masyarakat setempat. Dalam debat di lapangan tersebut, terlontar kata-kata geuchik yang meminta kepala dusun V untuk mundur saja dari jabatan.
Bak gayung bersambut, kepala dusun V, Samsul bahkan menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatan Kadus.
"SK pengangkatan Kadus juga sudah dikembalikan ke geuchik kabarnya. Warga tidak pernah diberitahu anggaran pelaksanaan dana desa. Kami menilai geuchik tidak transparan dan berpotensi untuk penyalahgunaan wewenang" ujar sumber media ini.
Saat pewarta media ini mencoba menghubungi Geuchik yang bersangkutan melalui seluler dan pesan WhatsApp meski dengan nada masuk, namun sampai berita ini dilayangkan belum ada keterangan dari pihak Geuchik terkait hal di atas (**)