‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

IKN Gelap, Butuh Cahaya Islam


author photo

7 Sep 2025 - 12.41 WIB



Oleh: Sayidah Aisyah, S. KM. (Pendidik dan Aktivis) 


Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara Kalimantan Timur bertekad memerangi atau memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan membentuk Kampung Tangguh Narkoba di Kecamatan Sepaku yang masuk kawasan IKN.

Program Kampung Tangguh Narkoba harapannya menjadi benteng awal agar narkotika tidak meracuni masyarakat,sehingga edukasi digencarkan, selain di sekolah, juga di kalangan pekerja IKN dan warga desa.

Personel Polres Penajam Paser Utara yang bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) turun langsung mendatangi rumah warga, sekolah, bahkan tempat pekerja IKN. 

Belum selesai perkara maraknya aktivitas prostituai dikawasan IKN. Kini warga Kaltim juga dihantui dengan praktik jual-beli narkotika. Sejatinya peristiwa ini bukan hal baru apalagi melihat potensi wilayah IKN yang akan mendatangkan banyak mayarakat dari luar daerah. Sehingga terjadinya krisis sosial ekonomi tidak terhindarkan. 

Praktik kemaksiatan memang tidak bisa dipungkiri sangat marak terjadi di wilayah IKN. Hal ini terjadi karena nuansa liberalisme yang sengaja dibentuk di IKN. Semua pihak bebas melakukan aktivitas apapun bahkan yang haram sekalian asalkan bisa menghasilkan cuan. Padahal jika ini terus dibiarkan akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar. Karena jika akal manusia sudah teracuni narkotika maka pintu terjadinya tindak kriminal lainnya akan terbuka lebar. 

Namun apakah dengan adanya Kampung Tangguh Narkoba akan bisa menuntaskan problematika? Tentu tidak. Tindak kriminal yang berjalan dengan sistematik tidak akan bisa selesai hanya dengan membuat suatu wilayah percontohan. Solusi ini sungguh sangat lemah. Seharusnya ada upaya sistemik pula dari negara untuk memberantas praktik narkotika dan prostirusi sampai ke akarnya. 

Sesungguhnya mustahil menuntaskan problematika ini di negeri sekuler-kapitalissekuler-kapitalis yang hanya mementingkan banyaknya keuntungan dan mengesampingkan halal-haram. Sistem kapitalisme juga berwatak serakah dan menghalalkan segala cara. Sebabnya, asas yang melandasinya adalah sekularisme, yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Dunia dan kesenangan materi adalah fokus utama serta menjadi tolok ukur kebahagiaan.

Prinsipnya, saat seseorang makin banyak memiliki materi, ia merasa makin bahagia. Hal itu berdampak pada terbentuknya tabiat serakah pada manusia, karena kepuasan pada materi tidak akan pernah ada habisnya. Maka yang lebih dulu harus di campakkan adalah sistem negeri ini yang rusak dan merusak. 

Rusaknya sistem harus diatasi dengan sistem pula. Sistem terbaik yang pernah ada di muka bumi. Apakah ada? Tentu ada. Sistem dan aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta manusia dan seluruh alam semesta bak cahaya yang menerangi gelapnya kehidupan manusia saat ini. Sesungguhnya Islam bukan hanya sekedar agama ritual saja namun merupakan ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk persoalan sosial-ekonomi. 

Dalam buku Khilafah, Memahami Sistem Politik dan Pemerintahan Islam, Subbab “Negara Khilafah Melawan Jaringan Pengedar Narkoba” disebutkan bahwa narkoba adalah barang yang haram diproduksi, dikonsumsi, dan didistribusikan di tengah masyarakat. Keharaman narkoba dinyatakan di dalam hadis, “Rasulullah saw. melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan (mufattir).” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Sanksi di dalam Islam berfungsi sebagai upaya preventif (zawajir), yakni untuk mencegah orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa. Juga sebagai penebus dosa (jawabir) bagi pelaku sehingga di akhirat ia akan terbebas dari azab Allah Taala.

Pada saat yang sama, negara juga akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk individu yang berkepribadian Islam (syakhsiyah islamiyah) sehingga mampu menancapkan pemahaman bahwa narkoba adalah barang haram. Pemahaman ini akan menjadi perisai yang akan mencegah individu muslim menggunakan narkoba.
Dengan demikian, semua pihak akan konsisten menegakkan hukum serta takut jika berbuat dosa di hadapan Allah. Wallahu a'lam bi showab.
Bagikan:
KOMENTAR