Rehab 14 Unit Rumah Warga Miskin, Keuchiek Geulanggang Panah: Bentuk Kepedulian Terhadap Warga


author photo

6 Sep 2019 - 16.09 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Kebijakan Pemerintah Gampong Geulanggang Panah Kecamatan Kutablang dalam upaya mengurangi beban keluarga kurang mampu, dialokasikannya dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) untuk program rehab rumah warga miskin.

Hal itu dikatakan Keuchiek Gampong Geulanggang Panah Multazami Abubakar kepada Radar Aceh, Jum'at (6/9/2019) dirinya terus berupaya dan berusaha menciptakan berbagai program yang dapat menyentuhkan langsung kebutuhan hidup warga yang dipimpinnya saat ini, salah satunya program rehab rumah yang merupakan bentuk inisiatif dirinya bersama perangkat gampong untuk membantu warga miskin," sebutnya.

Lanjut Multazami yang juga Ketua Asosiasi Keuchiek Kecamatan Kutablang, "Bagi penerima rumah rehab tersebut tentu tidak memberikan begitu saja, untuk mendapatkannya harus melalui proses dan mekanisme aturan yang telah dirumuskan bersama lembaga Tuha Peut dan perangkat gampong, sehingga bagi yang menerima manfaat benar-benar tepat sasaran bahkan sebelum dilaksanakan proses pembangunan terlebih dahulu dilakukan Musrenbang gampong yang dihadiri oleh seluruh masyarakat setempat," ungkapnya.

"Berdasarkan hasil Musrenbang Gampong nantinya memutuskan per unit rumah rehab mendapatkan kucuran dana sebanyak Rp15 juta (lima belas juta). Alhamdulillah tahun 2019 ini, dengan dana desa mampu merehab 14 unit rumah warga miskin," terang Keuchik.

Sambungnya, "ini juga tak lepas dari dukungan masyarakat sehingga apa yang kami rencanakan dapat berjalan lancar sehingga dengan adanya program ini masyarakat pun dapat merasakan manfaat Dana Desa," 

"Bahkan untuk mengurangi beban anggaran desa dalam pembangunan proyek fisik infrastruktur yang bersifat skala besar saya selaku Keuchiek tidak melaksanakan dengan anggaran desa, akan tetapi kami mencoba berusaha melobi anggaran dari Pemeritah Kabupaten atau Provinsi untuk pembangunan yang bersifat skala besar, sehingga dana desa dapat kami peruntukkan untuk kegiatan lain yang tersentuh langsung pemanfaatannya untuk masyarakat,"

Keuchik berusia muda yang menjabat sejak dilantik pada 5 April 2018 lalu itu juga menyebutkan, "Semenjak digulirnya anggaran dana desa oleh pemerintah pusat kami sudah melakukan berbagai terobosan, mulai pembangunan bidang infrastruktur, pertanian, peningkatan SDM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyertaan modal BUMG dan program sosial lainnya yang langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR