Lhoksemawe --- Pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek sejumlah gedung Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe yang dikerjakan oleh PT Aceh Lintas Sumatera dengan nilai Rp 62 miliar dari dana APBN tahun anggaran 2020.
Namun sangat disayangkan, proyek yang menelan biaya mencapai puluhan miliar rupiah tersebut diduga tidak memikirkan nasib pekerjaannya, Sabtu (12/09/2020).
Pantauan awak media di lokasi kegiatan, sungguh sangat memprihatikan atas keselamatan pekerja dan terkesan tidak diprioritaskan oleh pihak perusahaan selaku pelaksana proyek. Bahkan terindikasi terjadi pembiaran oleh pihak pengawas.
Pasalnya, terlihat jelas dengan kasat mata, para pekerja pada proyek tersebut tidak ada dilengkapi Alat Pengaman Diri (APD) yang seharusnya wajib disediakan oleh pihak perusahaan pemenang tender.
Dari amatan awak media juga terlihat beberapa orang pekerja yang sedang menaiki bangunan tersebut tanpa menggunakan tali sebagai pengaman dan juga keduanya tidak tampak memakai helm proyek.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum. Seharusnya menjadi acuan oleh pihak penyedia Jasa dan juga penguna Jasa.
Salah seorang pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada media ini mengatakan bahwa sejak mereka terlibat dalam proyek pembangunan gedung tersebut, tidak pernah diberikan APD oleh pihak perusahaan.
"Saya tidak diberikan alat pengaman diri dari perusahaan. Sejak saya bekerja disini hanya dapat satu buah rompi saja dan saat ini sudah tidak saya pakai lagi karena sudah usang atau rusak,"kata pria paruh baya itu.
Dia menambahkan, memang sejauh belum ada korban jiwa atas pembiaran tersebut, namun sangat disayangkan jika perusahaan tidak memperdulikan nasib keselamatan para pekerjanya.
"Belum ada yang kecelakaan dalam proyek ini tapi jangan sampailah ada korban,"ujarnya.
Sementara itu, Humas PT Aceh Lintas Sumatera Apa Cut mengatakan kalau pihak perusahaan sudah menyediakan alat pengaman diri kepada pekerjanya namun tidak dipakai.
"Ada, kami sudah sediakan APD untuk pekerja, tapi kadang tidak dipakai, kita kan tidak mungkin memantau terus dan nanti akan kita usahakan,"ucap Apa Cut.
Saat ditanyai tentang adanya indikasi pembiaran terhadap pekerja yang tidak memakai APD, dia mengatakan itu tidaklah benar karena perusahaan tersebut sudah melengkapi semua prosedur.
"Perusahan ini ada konsultan, kamu boleh langsung ke lokasi jumpai saja konsultannya, semua itu tidak benar,"tutupnya.(A,007)
