Proyek Miliaran di Aceh Utara Diduga Asal Jadi, Galian Terbuka dan Parit Warga Rusak Dibiarkan


author photo

7 Feb 2026 - 06.50 WIB


ACEH UTARA — Proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah senilai miliaran rupiah di Kabupaten Aceh Utara, tahun anggaran 2025, menuai sorotan keras. Pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Utara itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) dan mengabaikan keselamatan serta kenyamanan warga.

Hasil pantauan di lapangan dan keterangan masyarakat yang dihimpun Jumat (6/2/2026) menunjukkan, sejumlah galian pipa dibiarkan terbuka tanpa penutupan dan pemadatan yang layak.
 
Tanah bekas galian terlihat amburadul dan mengganggu aktivitas warga, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan permukiman.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga diduga menyebabkan kerusakan pada parit milik warga. Di beberapa titik, galian pipa dilaporkan mengenai saluran air hingga pecah dan rusak, namun ironisnya tidak ada upaya perbaikan dari pihak pelaksana proyek.

“Pipa memang sudah ditanam, tapi lubangnya dibiarkan begitu saja. Parit kami pecah, tidak ada perbaikan,” ungkap salah seorang warga terdampak yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena parit yang rusak berdampak langsung pada kelancaran aliran air, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan risiko genangan dan kerusakan lanjutan.

Proyek tersebut merupakan bagian dari beberapa paket pekerjaan pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Utara, dengan sumber anggaran dari APBK Aceh Utara dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi maupun tanggung jawab atas kerusakan parit warga akibat proyek tersebut.

Sorotan tajam terhadap proyek ini mencerminkan desakan publik agar pembangunan tidak hanya mengejar serapan anggaran dan capaian fisik semata, tetapi juga mengedepankan kualitas pekerjaan, keselamatan lingkungan, serta tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat.
(Tim)
Bagikan:
KOMENTAR