‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Agar Ramadhan Lebih Berkualitas, Perlu Islam Kaffah


author photo

13 Mar 2026 - 10.48 WIB



Oleh : Rosyidah Muslimah
(Pemerhati Sosial) 

Setiap bulan Ramadhan ini hampir semua sekolah mengadakan pesantren kilat. Seperti di Kota Balikpapan sebanyak 170 pelajar SD dan SMP mengikuti Pesantren Ramadan hasil kolaborasi TP PKK dan BAZNAS Kota Balikpapan yang dimulai pada Rabu (25/2/2026). Di aula Rumjab Walikota Balikpapan. Kegiatan dua hari ini tidak hanya mengajarkan fikih dan akhlak, tetapi juga membekali anak-anak menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks.

Di tengah derasnya arus media sosial, pergaulan bebas, hingga ancaman narkoba, keluarga dinilai menjadi benteng utama pembentukan karakter. Data BPS 2025 mencatat sekitar 186,38 ribu anak atau hampir 25 persen penduduk Balikpapan merupakan usia anak. Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan kota.

Adapun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan SD se-Kota Balikpapan yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi PAI Kementerian Agama Kota Balikpapan, Kabid PSD Disdikbud Kota Balikpapan, serta Ketua K3S SD se-Kota Balikpapan. Mengusung tema “Meneguhkan Iman, Menguatkan Akhlak, Menyiapkan Pelajar Qur’ani”, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Disdikbud Kota Balikpapan dan KKG PAI SD se-Kota Balikpapan.

Giat pesantren Ramadhan dilakukan oleh pemerintah maupun sekolah selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa/i dari SD hingga SMA terkait pemahaman Islam terutama amalan ibadah di bulan Ramadhan. Kemudian, juga dibekali agar memiliki karakter akhlak yang mulia, terlebih dalam menghadapi era digital saat ini. Antusiasme memang besar dari siswa/i untuk mengikutinya baik di dalam sekolah maupun luar sekolah.  

Upaya sekolah dan dinas pendidikan dalam hal ini perlu kita acungkan jempol, semoga pesantren Ramadhan ini bisa berdampak pada perbaikan akhlak dan amal ibadah siswa/i. Namun membekali pemahaman Islam tidak cukup hanya di momen bulan Ramadhan saja, terlebih pemahaman Islam yang mesti diberikan kepada generasi adalah Islam secara utuh bukan hanya ritual dan karakter nilai-nilai Islam saja. 

Sekularisme membuat semangat mempelajari Islam hanya terbatas pada momen bulan suci dan sulit dipertahankan di luar bulan Ramadhan karena tidak adanya praktik penerapan Islam secara menyeluruh di dalam kehidupan. Ketika adanya aturan Islam yang menyeluruh dalam kehidupan, masyarakat jauh dari hukum syariat yang mensejahterakan dan sesuai dengan fitrah manusia. Maka kita temui adanya kegiatan Islam itu hanya musiman dan bukan pada kewajiban. 

Hikmah Ramadhan seharusnya banyak kita dapati, mulai dari bulan pengampunan, bulan penuh rahmat, pintu syurga terbuka, syetan dibelenggu, pahala dilipatgandakan, dan lain sebagainya. Seharusnya menjadi momen memaksimalkan ibadah dan titik awal perubahan hingga berlanjut pada Ramadhan tahun berikutnya.

Ramadhan adalah madrasah takwa, namun shaumnya bisa sia-sia jika dijalani tanpa kesungguhan, tanpa benar-benar meninggalkan segala maksiat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : 
"Betapa banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali laparnya saja...( HR Ahmad dan Ibn Majah) 
Bagaimana kualitas ketakwaannya setelah bulan Ramadhan berakhir? Seharusnya tetap bertakwa dan mempertahankan hingga maut datang menjemput. Ketakwaan ini bisa terwujud dengan mudah bukan hanya untuk individu tapi juga masyarakat dan negara. Karena ketika Islam diterapkan dalam sebuah negara setiap masyarakat dipahamkan dengan ilmu agama Islam, pembiasaan pelaksanaan syariat dijalankan, pencegahan dan hukuman tegas terhadap maksiat menjadi penjaga agar iman, takwa dan akhlak baik menjadi gambaran setiap muslim.

Kualitas para sahabat Rasulullah ketika Ramadhan sangat luar biasa, bahkan mereka biasa berdoa kepada Allah SWT enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Merekapun berdoa enam bulan berikutnya agar amal-amal mereka diterima. Sehingga mereka sudah latihan jauh- jauh hari sebelum Ramadhan itu tiba untuk menambah kualitas ibadahnya, seharusnya generasi muslim pun demikia, tentunya ini memerlukan peran sistem Islam. Ramadhan seharusnya menjadi titik tolak untuk diterapkan Islam dalam kehidupan. Wallahu'alam
Bagikan:
KOMENTAR