‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Proyek Jalan Miliaran Rupiah di Aceh Tamiang Disorot


author photo

12 Mar 2026 - 17.50 WIB


Mutu Pekerjaan Diragukan, Material Diduga dari Galian C Ilegal

Aceh Tamiang --- Sejumlah proyek pembangunan dan peningkatan jalan yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun anggaran 2025 mulai menuai sorotan. Proyek-proyek dengan nilai total puluhan miliar rupiah itu diduga dikerjakan tidak maksimal sehingga menimbulkan keraguan terhadap mutu dan kualitas pekerjaan. Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 18 paket pekerjaan jalan tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek tersebut didanai dari berbagai sumber anggaran, mulai dari Dana Otonomi Khusus (OTSUS), Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit hingga SILPA OTSUS.

Beberapa proyek dengan nilai besar di antaranya pengaspalan Jalan Sp. PKS Kampung Selamat senilai Rp2,4 miliar, rekonstruksi atau peningkatan struktur jalan Kampung Bukit Kampung Alue Lhok senilai Rp2,57 miliar yang bersumber dari DBH Sawit, serta rekonstruksi Jalan Tangsi Lama Simpang 3 Kampung Raja dengan nilai Rp3,16 miliar dari dana OTSUS.

Selain itu, terdapat pula proyek rekonstruksi Jalan Rimba Sawang Mentawak senilai Rp2,37 miliar, pembangunan Jalan Simpang Empat Kecamatan Seruway Pasiran sebesar Rp2,60 miliar, serta sejumlah proyek lanjutan pengaspalan jalan yang masing-masing bernilai hampir Rp1 miliar.

Namun di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan, pelaksanaan proyek-proyek tersebut disinyalir tidak sesuai dengan standar mutu konstruksi. Sejumlah sumber menyebutkan pekerjaan dilakukan terkesan asal jadi sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap daya tahan jalan dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, material yang digunakan dalam beberapa pekerjaan juga diduga berasal dari aktivitas galian C ilegal. Jika benar, penggunaan material dari sumber yang tidak memiliki izin tersebut berpotensi melanggar aturan serta merugikan daerah dari sisi penerimaan pajak dan retribusi.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut. Publik pun mendesak adanya pengawasan ketat serta audit teknis terhadap seluruh paket pekerjaan agar kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai dengan anggaran yang telah dikucurkan.

Sorotan terhadap proyek jalan ini dinilai penting mengingat pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang.(Ikh)

Bagikan:
KOMENTAR