Ummu Arkan
Muslimah Bogor
Pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk sekitar 20 hari di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. (BBC News Indonesia, 7 Maret 2026), patut menjadi perhatian serius. Apalagi konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan pengaruh kekuatan besar seperti Amerika Serikat berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.
Bagi negara sebesar Indonesia, cadangan BBM untuk 20 hari tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapsiagaan energi nasional. Banyak negara maju telah menyiapkan cadangan strategis minyak yang jauh lebih besar. Jepang dan Amerika Serikat, misalnya, memiliki cadangan strategis yang mampu menopang kebutuhan energi hingga sekitar 90 hari atau lebih ketika terjadi krisis pasokan global.
Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam. Ironisnya, sebagian pengelolaan sumber daya tersebut masih bergantung pada pihak luar, sehingga kita tetap harus mengimpor minyak dengan harga yang seringkali lebih mahal. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemandirian energi nasional masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Dalam perspektif nilai-nilai Islam, sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak seharusnya dikelola oleh negara untuk kepentingan bersama. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis bahwa, "Manusia berserikat dalam tiga hal: air, api, dan padang rumput". ( HR. Abu Daud dan Ahmad). Prinsip ini mengandung makna bahwa sumber daya vital semestinya dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata bergantung pada mekanisme pasar atau kepentingan pihak tertentu.
Dengan situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu, termasuk potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah perlu lebih serius memperkuat ketahanan energi nasional. Membangun cadangan strategis minyak yang memadai serta memperkuat kemandirian pengelolaan sumber daya energi menjadi langkah penting agar Indonesia lebih siap menghadapi kondisi darurat global.
Negara sebesar Indonesia semestinya tidak hanya berharap situasi tetap aman, tetapi juga memastikan sistem ketahanan energi yang kuat untuk melindungi kepentingan rakyatnya.