Rp500 Juta Lebih Digelontorkan, Museum Pendopo Bireuen Tak Kunjung Difungsikan Kejari Didesak Usut Dugaan Proyek Asal Jadi


author photo

5 Mar 2026 - 00.17 WIB




BIREUEN — Proyek rehabilitasi Museum Pendopo Bupati Bireuen yang menelan anggaran lebih dari Rp500 juta kini menjadi sorotan. Pasalnya, bangunan yang seharusnya sudah dapat dimanfaatkan itu hingga kini belum juga difungsikan. Sejumlah bagian bahkan masih tertutup triplek, memunculkan pertanyaan serius soal kualitas pekerjaan dan transparansi penggunaan anggaran. Kamis (5/2/2026).

Desakan agar dilakukan audit menyeluruh pun menguat. Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Negeri Bireuen, diminta segera turun tangan mengusut dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bireuen yang enggan disebutkan namanya menilai kondisi fisik bangunan pascarehabilitasi jauh dari ekspektasi publik.

“Anggarannya lebih dari setengah miliar rupiah, tapi sampai sekarang belum bisa difungsikan. Jendelanya masih ditutup triplek. Ini menimbulkan tanda tanya besar, apa saja yang sebenarnya direnovasi?” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah semestinya menghasilkan bangunan yang representatif dan siap digunakan, bukan justru menyisakan kesan pekerjaan setengah jadi.

Ia mendesak Kejari Bireuen segera melakukan audit teknis dan administrasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara realisasi pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak serta RAB.

“Kalau ada item pekerjaan yang tidak sesuai atau kualitasnya tidak memenuhi spesifikasi, harus ditindak tegas. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk dalam pengelolaan anggaran daerah,” tegasnya.

Selain audit, publik juga menuntut transparansi. Hasil pemeriksaan, apa pun temuannya, diharapkan diumumkan secara terbuka guna menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhatsApp, pihak rekanan pelaksana proyek memilih irit bicara.

“No comment,” tulisnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai progres pekerjaan maupun alasan belum difungsikannya museum tersebut.(Ak)
Bagikan:
KOMENTAR