Ramadan nan suci beberapa hari lagi akan pergi, namun sepanjang bulan suci ini kita menyaksikan rentetan-rentetan kejadian yang merusak kekhusuan beribadah. Saudara Muslim kami di Palestina masih menghadapi kebiadaban zionis laknatullah bahkan di bulan suci ini kebiadaban mereka semakin merajalela. Kita juga dikejutkan dengan perang Iran melawan Amerika Serikan dan Israel, atas nama perdamaian AS dan Zionis menggempur Iran dan berhasil menewaskan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei serta menewaskan ratusan siswa sekolah.
Bagaimana dengan keadaan negeri ini? Negeri dengan julukan Muslim terbesar di dunia? Amankah dari kemaksiatan dan kezaliman? Tentu jawabannya adalah ‘’tidak’’. Banyak peristiwa dari awal Ramadan hingga menjelang berakhirnya Ramadan, negeri ini begitu banyak kemaksiatan dan kezaliman yang terjadi.
Dimulai dari musibah banjir bandang di Aceh dan Sumatera namun hingga kini masih belum tertangani dengan maksimal, masyarakat masih berada dalam taraf mengkhawatirkan kekurangan dalam segala hal. Ada polemik program Makan Bergizi (MBG) bagaimana pengadaannya selama bulan Ramadan dan memang sejak awal adanya program ini menghasilkan pro dan kontra di masyarakat karena program ini lebih meguntungkan para pemilik modal atau pengusaha. Lalu keputusan penguasa negeri ini bergabung dengan Amerika Serikat dalam ‘’Board of Peace’’ (Dewan Perdamaian) serta Indonesia harus membayar triliyunan kepada AS juga perjanjian lainnya sebagai syarat bergabung dengan program ini, dengan dalih program ini untuk mengatasi konflik Timur Tengah. Lagi keputusan ini melukai masyarakat Muslim karena AS dan Zionis menjadi pilar utama program ini, yang pada kenyataannya duo bangsa itulah yang menggenosida saudara Muslim Palestina.
Di dalam negeri yang mayoritas ini pun perzinahan kian marak, hampir setiap hari kita membaca, mendengar kisah perselingkuhan. Kasus pencurian hingga pembunuhan pun kian marak di bulan Ramadan, belum lagi pemandangan selama bulan Ramadan adanya pengemis, gelandangan kian meningkat disetiap sudut kota mereka ada, tentu ini semakin membuktikan bahwa negeri ini belum lepas dari kemiskinan akut. Kabar kelaparan pun kian menampar di negeri dengan julukan ‘’Jamrud Khatulistiwa’’. Kasus korupsi yang semakin meningkat, bahkan ada segolongan kelompok yang membela para koruptor. Pencuri kelas kakap ini harus dimaklumi karena bagian dari kelompok dengan label Islami, padahal rakyat dirugikan triliyunan rupiah atas ulah satu orang tersebut yang memanfaatkan jabatannya demi nafsu keserakahan pribadi.
Adapun viralnya seseorang yang bodoh yang diberikan panggung untuk melontarkan kata-kata kasar dan jorok dalam sebuah diskusi yang tayang di stasiun televisi, malu sekali rasanya melihat makhluk bodoh itu yang pastinya ditonton seantero negeri bahkan sampai luar negeri, bagaimana jika tanggapan dunia ‘’negeri anda masih memelihara orang bodoh’’ dan anehnya orang bodoh tersebut sudah beberapa kali berbuat keonaran namun tetap tak ada tindakan tegas dari negara. Disusul kemudian peristiwa biadab, dimana seorang aktivis pembela hak asasi manusia disiram dengan air keras, dan ini bukan yang pertama masyarakat menyaksikan para pembela kebenaran di negeri yang katanya menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia.
Dari peristiwa demi peristiwa yang mengiris hati menguras emosi yang terjadi selama bulan Ramadan kian mencederai kesucian bulan ini. Ramadan yang seharusnya bisa membawa dunia ini lebih baik, namun pada kenyataanya setiap kerusakan dan kezaliman justru terjadi di bulan penuh ampunan. Ternyata ketika Ramadan tak jua bisa menghentikan kemaksiatan dan kezaliman, apa yang salah?
Tentu saja pada sistem yang bercokol di negeri Muslim terbesar di dunia ini, siatem kapitalisme sekuler liberal. Dalam sistem agama (Islam) hanya dijadikan agama ritual belaka hanya sebagai seremonika kehidupan namun makna ajarannya tak melekat pada masyarakat sekuler dan liberal.
Bulan Ramadan mempunyai keutamaan-keutamaan diantaranya: 1. Bulan diturunkannya kitab Suci AL Quran sebagai pedoman hidup seorang Muslim (TQS Al Baqarah:185), 2.Sabda Rasulullah Saw. ‘’Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelnggu.’’ , 3.Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan ( TQS Al Qadr 1-3) (Ad- Dukhan:3), 4.Bulan Ramadan adalah salah satu waktu dikabulkannya do’a Rasulullah Saw. bersabda ‘’Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari apai neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap Muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.’’
Namun miris semua keistimewaan tersebut ternodai dengan berbagai macam kemaksiatan, hal ini diakibatkan paham pemisahan agama dari kehidupan dan kebebasan yang akhirnya kebablasan yaitu sekuler liberal.
Alhasil Ramadan penuh makna dan kekhusuan hanya bisa dirasakan ketika sistemnya pun sistem yang berasal dari Allah Swt. satu-satunya yang berhak mengatur kehidupan ciptaan-Nya yaitu sistem Islam yang bernama Khilafah. Sistem ini yang akan mengatur manusia dari A sampai Z, dari urusan perindividu sampai urusan negara. Negara hadir untuk memahamkan ajaran Islam dan mempraktikannya dalam kehidupan, sehingga rakyat akan benar-benar merasakan kekhusuan dalam menjalankan ibadah. Maka makna Ramadan akan terlaksana dengan sempurna dengan menerapkan aturan Islam yang menyeluruh dalam bingkai sistemnya Khilafah. Allaf Swt. bersabda “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.’’ (TQS Al Baqarah 208). Allah Swt. juga berfirman ‘’Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih bai daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?’’ (TQS Al Maidah:50).
Semoga Ramadan tahun berikutnya umat Muslim dapat Bersatu dalam satu sistem Islam,sehingga Ramadan penuh ampunan, Ramadan penuh hikmah, Ramadan yang dapat menjaga manusia dari kemaksiatan dan kezaliman. Wallau a’lam.