‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Menghadirkan Ketaatan Bukan Hanya di Bulan Ramadhan


author photo

13 Mar 2026 - 10.40 WIB



Oleh: Eka Anjarwati (aktivitas peduli generasi)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Sebanyak 170 pelajar SD dan SMP di Kota Balikpapan mengikuti Pesantren Ramadan hasil kolaborasi TP PKK dan BAZNAS Kota Balikpapan yang dimulai pada Rabu (25/2/2026). Di aula Rumjab Walikota Balikpapan.

Kegiatan dua hari ini tidak hanya mengajarkan fikih dan akhlak. Tetapi juga membekali anak-anak menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks.

Di tengah derasnya arus media sosial, pergaulan bebas, hingga ancaman narkoba. Keluarga dinilai menjadi benteng utama pembentukan karakter. Data BPS 2025 mencatat sekitar 186,38 ribu anak atau hampir 25 persen penduduk Balikpapan merupakan usia anak. Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan kota.

Dengan melihat kondisi generasi saat ini sebenarnya pemimpin menyadari bahwa sangat dibutuhkan pembekalan yang bertujuan untuk mendidik karakter anak-anak agar memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia juga memiliki jiwa Qurani. Akibat dari kemajuan Era digitalisasi yang tidak bijak, menjadikan generasi melakukan hal-hal yang jauh dari jiwa seorang muslim misalnya seks bebas kemudian seks yang menyimpang dan masih banyak lagi. 

Sayangnya kegiatan ini hanya di bulan Ramadan saja, padahal pembekalan pemahaman Islam secara utuh dan terus-menerus terus dilakukan bukan hanya di bulan Ramadan. Karena untuk membentuk kepribadian Islam dan pemahaman Islam terhadap generasi tidak harus menunggu waktu-waktu tertentu termasuk di moment bulan Ramadan, karena membentuk karakter generasi yang taat kepada Allah bukanlah sekedar menjalankan amal ritual semata dan bukan hanya karakter nilai Islamnya saja yang ditargetkan. Melainkan target utamanya adalah menjadikan anak-anak dan generasi mengamalkan segala bentuk isi Alquran. 

Sehingga kemudian memahami segalanya diamalkan sebagai petunjuk sehingga ketika melakukan aktivitas anak-anak menstandarkan amal perbuatannya sesuai dengan Al-Qur'an. Sehingga perilaku dan perbuatan mereka jauh dari hal yang buruk, jauh dari hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta'ala karena sesuai dengan petunjuk-Nya. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kita berada dalam sistem sekulerisme di mana sistem yang memisahkan antara kehidupan dengan agama. Sehingga anak-anak bebas melakukan apapun juga. Kemajuan teknologi di era digitalisasi tidak terkontrol, bebas dengan tayangan-tayangan yang merusak yang menimbulkan syahwat, belum lagi game online hingga judol. Namun mirisnya perhatian untuk pencegahan kebebasan dan memfilter hal ini justru minim. Sehingga kebebasan era digital menjauhkan generasi dari keinginan untuk mempelajari Islam dan juga untuk mengajarkan Islam di tengah-tengah umat.

Hanya di momen bulan tertentu termasuk di bulan Suci Ramadan, seolah-olah kesholihan dan ketaatan serta semangat untuk mengerjakan amal-amal saleh itu terhadirkan. Sedangkan di hari-hari dan bulan yang lain tidak, bahkan pemisahan antara agama dengan kehidupan terbukti di tengah masyarakat, Contohnya misalnya ketika di bulan Ramadan banyak perempuan-perempuan yang menutup aurat namun ketika bulan Ramadan usai mereka kembali tidak menutup auratnya juga untuk segala bentuk pekerjaan yang itu dilarang oleh Allah ketika siang hari mereka tidak bekerja yang melanggar syariat karena mereka berpuasa, namun ketika malam hari mereka bekerja kembali untuk melanggar aturan Allah dan juga Ketika nanti selesai di bulan Ramadan mereka melakukan kemaksiatan kembali yang awalnya melakukan shalat lima waktu, terjaga auratnya namun dengan berakhirnya bulan Ramadan maka ketaatannya kepada Allah juga berakhir.

Maka penting sekali menanamkan ilmu agama dengan benar dan terus-menerus. Bukan hanya pada di bulan Ramadan agar umat paham bahwa ketaatan tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja tetapi setiap hari seorang muslim wajib taat dan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. 

Kemudian untuk mengajarkan nilai-nilai Qur'ani dan nilai keimanan terhadap anak-anak dan generasi maka butuh keseriusan bukan hanya di bulan Ramadan saja, tetapi juga di luar bulan Ramadan maka harus di ajarkan ilmu Islam yang benar dan semua apa yang dilakukan pasti akan mendapat kebaikan dan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, baik itu di bulan Ramadan ataupun di bulan-bulan selain bulan Ramadan 

Karena saat ini anak-anak mulai krisis iman, krisis akhlak, tidak memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua ataupun guru, karena adabnya pun buruk maka butuh keseriusan untuk benar-benar menanamkan nilai-nilai Islami, nilai-nilai Qurani dan nilai pemahaman Islam yang benar.

Mengapa ketakwaan dan semangat melakukan kebaikan dan menjauhi maksiat sangat sulit dipertahankan di luar bulan Ramadhan karena tidak adanya penerapan Islam secara menyeluruh di dalam kehidupan. Dan untuk menertibkan agar Ummat menjalankan ibadah adalah kewajiban Negara untuk mengawal agar kehidupan islam dapat di jalankan.

Seharusnya setelah menjalani segala amal saleh di bulan-bulan Ramadhan semakin menambah ketaatan, keimanan dan semakin besarnya kecintaan kepada Allah. Sehingga memotivasi setiap individu untuk lebih baik lagi di hari-hari setelah Ramadan, karena dalam satu bulan sudah terbiasa hidup di dalam kebaikan seperti menahan hawa nafsu, menahan amarah, menahan segala bentuk kemaksiatan. Karena sejatinya itu merupakan kewajiban sebagai muslim.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari & Muslim).
Dalam hadist lain Rasull SAW bersabda : 
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu diyakini (ajal)." (QS. Al-Hijr: 99). Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada batasan waktu untuk beribadah kecuali kematian. 

Ramadan adalah "madrasah" untuk membiasakan diri, namun ketaatan harus berlanjut setelahnya. Karena amal ibadah yang sudah dibangun dengan susah payah selama Ramadan jangan sampai kembali bermaksiat atau meninggalkan ibadah setelahnya. 

Amalan Paling Dicintai adalah yang rutin dan Istiqomah, Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin (konsisten) meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).
jadi untuk melaksanakan kebaikan terutama mendidik dan menuntut ilmu agama, dan untuk menciptakan ketakwaan itu adalah yang konsisten dan merupakan amal yang paling dicintai oleh Allah. 

Namun semua tidak bisa dilakukan secara individu harus ada kesadaran di tengah-tengah umat, dan pentingnya beramal ma'ruf nahi mungkar, saling menasehati dan saling memahamkan.

Bahwa ketika ada kemaksiatan yang membuat generasi semakin jauh dari Islam maka akan tumbuh dalam diri setiap individu kesadaran untuk memperbaiki umat dan tentunya hal ini juga membutuhkan peran negara dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang sholeh karena dengan adanya aturan yang dibuat oleh negara maka akan dipatuhi dan diikuti oleh seluruh masyarakat maka akan terwujud di tengah-tengah umat kewajiban untuk senantiasa memberikan pemahaman Islam.

Dengan begitu keimanan kaum muslim, dari anak-anak hingga orang tua terjaga meskipun sudah melewati bulan Ramadan, ketaatan itu tetap ada di dalam diri kaum muslim.
Sudah seharusnya dengan melihat kondisi umat yang seperti saat ini kondisi generasi yang sudah jauh dari Islam, sepantasnya momentum Ramadan ini menjadikan kaum muslim lebih semangat lagi untuk beramal saleh.

Serta menyampaikan pada umat bahwa saat ini kita membutuhkan Islam agar kaum muslim menjadi muslim terbaik yang beribadah murni hanya karena Allah. Mengharap keridhaan Allah dan semua itu akan terwujud ketika Islam diterapkan di tengah-tengah umat. Karena setiap individu akan terjaga aqidahnya terjaga keimanannya terjaga kebaikannya. Dan mudah melakukan amal-amal yang benar dan juga semangat dalam melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Wallahualam bishowab
Bagikan:
KOMENTAR