‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Wujudkan Investasi Strategis, KADIN Aceh Perkuat Kemitraan Agroindustri dengan China


author photo

3 Apr 2026 - 18.43 WIB


LANZHOU, China – 03 April 2026
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Muhammad Iqbal, melakukan langkah progresif dalam mendorong realisasi investasi sektor strategis melalui kunjungan balasan ke sejumlah kawasan industri unggulan di Republik Rakyat China.

Didampingi Direktur Eksekutif KADIN Indonesia, Muhammad Arifin, WKU Kadin Aceh Bidang Investasi, serta Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Teuku Jailani, delegasi KADIN Aceh melaksanakan rangkaian agenda intensif sejak 30 Maret hingga 4 April 2026. Kunjungan mencakup industri pengolahan susu modern di Lanzhou, industri pengolahan jus buah, serta peternakan ayam terpadu berteknologi tinggi di Xi'an.

Kehadiran delegasi disambut secara resmi oleh jajaran direksi dan manajemen perusahaan, dengan rangkaian diskusi strategis yang menyoroti potensi kolaborasi investasi, transfer teknologi, serta penguatan rantai pasok agroindustri. Pihak China memaparkan keunggulan sistem produksi modern berbasis efisiensi dan teknologi, sementara KADIN Aceh menawarkan peluang hilirisasi sumber daya alam yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Langkah ini tidak terlepas dari kebutuhan riil Aceh yang hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan pasokan komoditas strategis seperti daging ayam, telur, dan susu, baik untuk mendukung program nasional maupun memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Penguatan sektor produksi dalam negeri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.

Kunjungan ini tidak berhenti pada tahap penjajakan. Sebagai tindak lanjut konkret, sebanyak 25 delegasi bisnis dan investasi dari China dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada pekan terakhir April 2026. Rombongan tersebut akan disambut oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, di Jakarta sebelum melanjutkan agenda strategis ke Aceh.

Ketua Umum KADIN Aceh, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa diplomasi ekonomi seperti ini merupakan langkah penting dalam mempercepat realisasi investasi.
“Kunjungan timbal balik ini adalah bagian dari proses pematangan menuju pembangunan industri strategis di Aceh, khususnya pabrik susu berteknologi modern dan peternakan ayam terpadu,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif KADIN Indonesia, Muhammad Arifin, yang menilai inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat positioning daerah dalam peta investasi nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Aceh, TAF Haikal, menyampaikan optimisme terhadap percepatan pembangunan ekonomi Aceh melalui sektor prioritas.
“Agroindustri adalah arah strategis kita hari ini dan ke depan untuk food safety. Dengan konsistensi dan kolaborasi, kita optimistis investasi akan tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Teuku Jailani, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memperkuat sektor produktif sebagai fondasi kebangkitan ekonomi daerah.
“Penguatan sektor produktif bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan. Dari sinilah lapangan kerja tercipta, pengangguran ditekan, dan kemandirian ekonomi Aceh dibangun secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen KADIN Aceh sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat hilirisasi, dan membangun ekosistem ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global.[*]
Bagikan:
KOMENTAR