‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Mahasiswa Nyaris Drop Out, Negara Kemana? Asnanil Mahfuzah Tersungkur Dihantam Kemiskinan dan Abainya Perlindungan Pendidikan


author photo

4 Mei 2026 - 17.02 WIB



MEUREUDU — Ancaman putus kuliah menghantui Asnanil Mahfuzah, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Jabal Ghafur, akibat krisis ekonomi keluarga yang kian memburuk setelah orang tuanya jatuh sakit. Senin (5 Mei 2026).

Kondisi tersebut membuat sumber penghasilan utama keluarga terhenti total. Orang tua yang sebelumnya menjadi tulang punggung ekonomi kini tidak lagi mampu bekerja, sementara kebutuhan biaya pengobatan terus meningkat. Tabungan keluarga dilaporkan telah habis digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Situasi ini berdampak langsung pada kelangsungan pendidikan Asnanil. Ia mengaku kesulitan membayar uang kuliah serta memenuhi kebutuhan akademik dasar, termasuk buku dan biaya transportasi. Tanpa dukungan finansial, risiko putus studi di tengah jalan semakin besar.

“Sejak orang tua saya sakit, tidak ada lagi penghasilan. Semua tabungan habis. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi biaya kuliah,” ujar Asnanil.
Dalam kondisi terdesak, Asnanil menyatakan tidak lagi memiliki sumber bantuan, baik dari keluarga maupun kerabat. Ia pun meminta perhatian pemerintah daerah dan provinsi untuk memberikan bantuan pendidikan agar dapat melanjutkan studinya.

Permohonan tersebut menyoroti lemahnya jaring pengaman sosial di sektor pendidikan, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga rentan yang terdampak krisis kesehatan. Hingga kini, belum ada kepastian bantuan yang diterima Asnanil.

Asnanil menegaskan bahwa pendidikan merupakan satu-satunya harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya di masa depan. Ia berharap intervensi pemerintah dapat mencegah terhentinya pendidikan akibat faktor kemiskinan.

Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar terkait komitmen negara dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu, terutama saat menghadapi situasi darurat keluarga.

Tanpa langkah cepat dan konkret, ancaman putus kuliah yang dialami Asnanil berpotensi menjadi potret berulang bagi banyak mahasiswa lain di kondisi serupa.(Ak)
Bagikan:
KOMENTAR