‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Pentingnya Pendidikan Anak di Tengah Arus Trend Viral


author photo

14 Mei 2026 - 19.35 WIB




Konten viral di media sosial dan game online kerap kali menarik perhatian bagi penggunanya mulai dari anak-anak hingga dewasa. Aksi dari konten viral yang marak ditiru dikalangan anak-anak saat ini berdampak buruk sampai merenggut nyawa seseorang. Seperti di Lombok Timur, 2 orang anak (TK dan SD) meninggal dunia akibat cedera leher setelah meniru aksi "Freestyle atau Handstand" yang diduga terinspirasi dari game online populer seperti Garena Free Fire yang menampilkan gerakan ekstrem. 

Kepolisian Lombok Timur, Dinas Pendidikan, Sekolah, Psikolog anak serta KPAI memberi himbauan kepada orang tua agar lebih dapat mengawasi anak-anak dalam penggunaan HP, media sosial, serta tontonan mereka karena nalar anak yang belum sempurna memungkinkan mereka untuk mengikuti begitu saja apa yang dianggap menarik di game online dan media sosial. Kurangnya pendampingan orangtua terhadap anak, lemahnya kontrol pembatasan akses terhadap konten online oleh negara yang belum efektif membuat mereka dengan mudah mengakses informasi yang berpotensi merusak dan berbahaya. Inilah yang terjadi jika negara menerapkan sistem kapitalisme.

Dalam Islam, anak-anak yang belum baligh tidak dikenai taklif hukum karena akalnya belum sempurna. Sehingga, perlu pendampingan dari orang dewasa untuk mengarahkan mereka kepada kebaikan. Pendidikan dalam Islam bertumpu pada 3 pilar utama yakni peran orang tua, lingkungan, serta negara. Dengan demikian akan terwujud ekosistem yang kondusif untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Orang tua atau wali bertanggungjawab mendidik dan mengasuh mereka serta melindungi dari segala bentuk bahaya. Lingkungan yang masyarakatnya saling bersinergi dan selalu berada dalam ketaatan kepada Allah. Adanya peran negara yang membatasi ketat informasi yang tidak bermanfaat dan bahkan berpotensi membahayakan generasi dan memperbanyak konten edukasi sehingga terwujud generasi yang berperadaban cemerlang.
Bagikan:
KOMENTAR