KKN Unimal Kelompok 56 Gebrak Digitalisasi UMKM di Meunasah Blang Ara, Pasar Lokal Dibidik Naik Kelas


author photo

19 Agu 2026 - 21.40 WIB



ACEH UTARA — Transformasi digital mulai menyentuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gampong Meunasah Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh (Unimal) hadir mendorong pelaku usaha setempat agar tidak lagi bergantung semata pada pemasaran secara konvensional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan UMKM berbasis digitalisasi yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Program ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan kemudahan akses konsumen terhadap produk mereka.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 56 membantu pelaku UMKM membuat titik lokasi usaha pada Google Maps serta membangun akun media sosial yang dapat digunakan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk.

Upaya sederhana tersebut dinilai memiliki arti penting bagi keberlangsungan usaha di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi digital. Dengan keberadaan lokasi usaha di Google Maps, calon pelanggan dapat lebih mudah menemukan tempat usaha, sementara media sosial dapat menjadi etalase digital untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Salah seorang pelaku UMKM, Hapsah, menyambut positif program tersebut. Ia mengaku selama ini keterbatasan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kendala dalam memperkenalkan usahanya kepada masyarakat di luar lingkungan sekitar.

«“Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya pembuatan maps dan media sosial ini. Sekarang usaha saya jadi lebih mudah dikenal dan dicari oleh pembeli,” ungkap Hapsah.»

Ketua KKN Kelompok 56 Unimal, Afdhal, mengatakan digitalisasi UMKM tidak seharusnya berhenti pada pembuatan akun atau lokasi usaha secara daring. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan fasilitas digital tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha setelah program KKN berakhir.

Ia berharap program yang dijalankan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong pelaku UMKM di Gampong Meunasah Blang Ara untuk semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi.

“Harapannya, digitalisasi yang sudah dilakukan ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para pelaku UMKM sehingga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari intervensi besar. Pemanfaatan teknologi sederhana, apabila dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM desa untuk memperluas pasar, membangun identitas usaha, dan meningkatkan daya saing.

Mahasiswa KKN Kelompok 56 Unimal pun berharap para pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap memiliki Google Maps dan media sosial, tetapi mulai aktif mengelola konten, menampilkan produk secara menarik, membangun komunikasi dengan konsumen, serta memanfaatkan ruang digital sebagai pasar baru.

Dengan demikian, digitalisasi UMKM di Gampong Meunasah Blang Ara bukan sekadar program kerja mahasiswa KKN, melainkan langkah awal untuk membawa pelaku usaha lokal keluar dari keterbatasan pasar konvensional menuju persaingan ekonomi yang semakin terkoneksi secara digital.(**)
Bagikan:
KOMENTAR