Semarak Mengaji di Lapehan Mesjid, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Dampingi Santri TPA Darussa’adah


author photo

17 Agu 2026 - 23.43 WIB



BIREUEN, 17 Agustus 2026 — Semangat anak-anak Desa Lapehan Mesjid dalam mempelajari Al-Qur’an mendapat dorongan baru melalui program pendampingan yang dilakukan mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Kelompok 04 di Dayah YPI Darussa’adah.

Selama kurang lebih dua pekan, mahasiswa KPM hadir mendampingi para santri setiap siang, mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WIB. Program tersebut tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman dasar keagamaan dan membiasakan anak-anak menjalankan ibadah secara benar sejak dini.

Dalam proses pembelajaran, santri didampingi sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Santri yang masih berada pada tahap dasar mendapat bimbingan mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, makharijul huruf hingga kelancaran membaca Iqra’.

Sementara santri yang telah mampu membaca Al-Qur’an mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kelancaran dan ketepatan bacaan sekaligus memahami penerapan tajwid dasar.

Pembelajaran kemudian diperluas melalui hafalan surah-surah pendek, doa sehari-hari serta materi dasar ibadah. Mahasiswa KPM juga mendampingi praktik wudu, gerakan dan bacaan salat, tata cara salat yang benar serta adab sebelum dan sesudah beribadah.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara bertahap dan komunikatif agar materi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat dipraktikkan para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme anak-anak menjadi salah satu warna utama dalam kegiatan tersebut. Para santri terlihat aktif mengikuti pembelajaran, bertanya ketika mengalami kesulitan, serta menunjukkan semangat untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami materi keagamaan.

Kehadiran mahasiswa KPM juga membuat proses belajar menjadi lebih interaktif. Pendampingan secara langsung memungkinkan mahasiswa memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan masing-masing santri, sekaligus membantu ustaz dan ustazah dalam proses pembelajaran.

Pihak Dayah YPI Darussa’adah menyambut positif keterlibatan mahasiswa KPM tersebut. Kehadiran mereka dinilai memberikan dukungan tambahan dalam mendampingi santri, terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan praktik ibadah.

Bunda, istri Waled selaku pimpinan Dayah YPI Darussa’adah, berharap kehadiran mahasiswa KPM mampu menambah motivasi anak-anak untuk semakin rajin mengaji.

«“Alhamdulillah, semoga dengan adanya kakak-kakak dan abang-abang KPM di sini, anak-anak lebih giat dalam mengaji,” ujar Bunda.»

Waled selaku pimpinan YPI Darussa’adah juga menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi santri menjadi dukungan positif bagi keberlangsungan pembelajaran keagamaan di lingkungan dayah.

Bagi mahasiswa KPM Kelompok 04, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pengabdian. Pendampingan mengaji menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam proses pembentukan karakter generasi muda di Desa Lapehan Mesjid.

Program ini diharapkan meninggalkan manfaat yang lebih panjang dari sekadar berlangsungnya kegiatan selama dua pekan. Kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik, kecintaan terhadap Al-Qur’an, kebiasaan beribadah serta pembentukan akhlak menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.

Di tengah tantangan pendidikan generasi muda yang semakin kompleks, pendampingan keagamaan sejak usia dini menjadi langkah penting. Dari ruang belajar sederhana di Dayah YPI Darussa’adah, mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Kelompok 04 berupaya menanamkan satu pesan penting: generasi yang dekat dengan Al-Qur’an adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk memiliki ilmu, iman dan akhlak.

Mahasiswa KPM Desa Lapehan Mesjid — Mengabdi, Mendampingi, dan Menebar Manfaat.(**)
Bagikan:
KOMENTAR