PIDIE JAYA — Upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Periode XXIX Kelompok 59. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang menyasar anak-anak Gampong Meunasah Kumbang, Kabupaten Pidie Jaya. Rabu (19 Agu 2026).
Kegiatan yang digelar pada 11 Juli 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Dirma Wardatul Rizki selaku Ketua Kelompok KKN XXIX-59. Sosialisasi dikemas secara sederhana, interaktif, dan menyenangkan agar materi kebangsaan mudah dipahami sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Sejumlah materi fundamental diperkenalkan, mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), persatuan dan kesatuan, keberagaman, cinta tanah air, hingga pentingnya sikap saling menghargai.
Mahasiswa tidak sekadar menyampaikan materi secara satu arah. Anak-anak diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang mendorong mereka untuk berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan belajar bersama. Materi yang sebelumnya disampaikan kembali diperkuat melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif. Pola tersebut dilakukan agar wawasan kebangsaan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang dihafalkan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Gov Smart Jadi Ajang Uji Pengetahuan
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan pembelajaran, mahasiswa KKN XXIX-59 menggelar Lomba Gov Smart pada 1 Agustus 2026.
Materi perlombaan diambil dari pembelajaran yang telah diberikan selama kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Anak-anak diuji mengenai Pancasila, wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan, keberagaman, simbol-simbol negara, hingga pengetahuan dasar tentang pemerintahan.
Lomba berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Anak-anak tidak hanya berlomba menjawab pertanyaan, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk mengasah keberanian, daya ingat, kepercayaan diri, kemampuan berpikir, serta semangat belajar.
Bagi mahasiswa KKN, Gov Smart bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Kegiatan tersebut menjadi instrumen pembelajaran yang dirancang agar anak-anak dapat mengukur sejauh mana materi kebangsaan yang telah dipelajari benar-benar mereka pahami.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN XXIX-59 berharap nilai-nilai wawasan kebangsaan dapat tumbuh sejak usia dini. Anak-anak diharapkan mampu menerjemahkan nilai tersebut dalam tindakan nyata, seperti bergotong royong, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta mencintai tanah air.
Sosialisasi menjadi pintu masuk pembelajaran, belajar bersama menjadi ruang penguatan, sementara Gov Smart menjadi sarana evaluasi yang dikemas dalam suasana kompetitif sekaligus menyenangkan.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa KKN USK XXIX-59 berupaya menjadikan pendidikan wawasan kebangsaan bukan sekadar teori di ruang belajar, melainkan bekal karakter yang dapat dibawa anak-anak Gampong Meunasah Kumbang dalam kehidupan sehari-hari.(**)