Tiga Kader Muda JASA Bireuen Mulai Jadi Perbincangan Elite Politik


author photo

23 Sep 2026 - 12.53 WIB



BIREUEN — Tiga kader muda Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen disebut mulai menjadi perbincangan di kalangan elite politik daerah. Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk mengambil peran lebih besar dalam perjuangan kepentingan anak syuhada dan korban konflik Aceh.

Ketua JASA Kabupaten Bireuen, Mauliadi, S.H., dalam keterangannya di Bireuen, 23 September 2026, menyebut ketiga kader tersebut adalah Muhammad Saleh atau Abu Alfie, Muhammad Amin, dan Syawal Fitra.

Menurut Mauliadi, ketiganya merupakan kader muda yang selama ini memiliki perhatian terhadap isu keadilan bagi anak syuhada serta korban konflik.

Muhammad Saleh, yang akrab disapa Abu Alfie, disebut sebagai putra almarhum Kadhi Negara Aceh Merdeka, Abon Abdullah. Ia saat ini menjabat sebagai Juru Bicara JASA Kabupaten Bireuen wilayah Batee Iliek.

Mauliadi menyebut Abu Alfie memiliki latar belakang pengetahuan agama dan politik serta dinilai memiliki karakter dan komitmen dalam menjalankan perjuangan organisasi.

Sementara Muhammad Amin merupakan kader yang membidangi Bidang Agama, Adat dan Istiadat JASA Bireuen. Ia disebut fokus pada penguatan nilai-nilai keislaman dan adat Aceh, khususnya di kalangan generasi muda.

Sedangkan Syawal Fitra merupakan Wakil Sekretaris Jenderal DPW JASA Bireuen. Ia disebut sebagai kader muda yang aktif serta memiliki jaringan di kalangan pemuda.

“Ketiganya merupakan kader potensial JASA Bireuen saat ini. Mereka adalah representasi generasi penerus perjuangan, yang tidak hanya mewarisi darah syuhada, tetapi juga mewarisi semangat untuk membangun Aceh dengan ilmu, akhlak dan kerja nyata,” ujar Mauliadi.


Mauliadi menegaskan bahwa JASA Bireuen tidak menutup diri terhadap politik. Menurutnya, organisasi tersebut membuka ruang kaderisasi politik bagi anak-anak syuhada agar ke depan terdapat perwakilan yang dapat memperjuangkan hak-hak korban konflik sekaligus kepentingan masyarakat Aceh.

Namun demikian, Mauliadi menegaskan bahwa JASA Bireuen belum menetapkan arah politik maupun penugasan politik terhadap ketiga nama tersebut.

“Saya selaku pimpinan JASA Bireuen saat ini belum dapat memberikan tanggapan yang pasti terkait arah politik ketiganya. Sebab, semua itu belum kami bahas secara resmi dalam rapat musyawarah DPP JASA Aceh,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap keputusan terkait penugasan politik kader akan ditentukan melalui mekanisme organisasi dan musyawarah bersama.

“Semua keputusan penugasan politik akan diputuskan secara kolektif melalui mekanisme musyawarah organisasi,” tegas Mauliadi.

Ia memastikan JASA Bireuen tetap solid dan akan terus fokus pada perjuangan menjaga martabat anak syuhada serta kepentingan korban konflik Aceh.(Mh)
Bagikan:
KOMENTAR