Dari Musibah Menuju Harapan: Kegigihan Bupati H. Syibral Malasyi dan Kadinsos Arie Khan Perjuangkan Rp 91,9 Miliar Hak Korban Bencana ke Kemensos RI


author photo

18 Sep 2026 - 00.29 WIB


PIDIE JAYA — Pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya bukan sekadar tentang membagikan bantuan darurat, melainkan tentang mengembalikan harkat, martabat, dan masa depan warga yang terdampak. Berpegang pada prinsip kemanusiaan tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Pidie Jaya, Arie Khan, mendampingi penuh langkah strategis Bupati Pidie Jaya, H. Syibral Malasyi, dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat korban bencana secara berkelanjutan.
Sinergi kuat antara pimpinan daerah dan jajaran teknis ini diwujudkan melalui pengajuan Usulan Bantuan Tahap II Tahun 2026 yang ditujukan langsung kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Sosial RI, Bapak Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Perjuangan Nyata Berbasis Data Presisi

Di bawah koordinasi intensif Kadinsos Arie Khan, Dinsos PPPA Pidie Jaya menyusun rekapitulasi usulan secara komprehensif dan tepat sasaran. Tidak tanggung-tanggung, total anggaran yang diperjuangkan mencapai Rp 91,9 Miliar untuk menjangkau 7.506 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 23.661 Jiwa penduduk Pidie Jaya yang membutuhkan uluran tangan pemerintah pusat.
"Masyarakat tidak boleh merasa sendiri. Tagline kami, #DinsosPidieJayaSelaluAda, bukan sekadar motto, tetapi komitmen kerja nyata. Bersama Bapak Bupati H. Syibral Malasyi, kami memastikan bahwa setiap jiwa yang terdampak terdata dengan akurat agar bantuan dari Kementerian Sosial RI nantinya benar-benar jatuh ke tangan yang berhak," tegas Kadinsos Arie Khan.

Nilai Edukasi: Tiga Pilar Utama Pemulihan Holistik

Usulan Tahap II 2026 ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat tentang bagaimana proses pemulihan pascabencana yang ideal dan berkesinambungan dilakukan. Pengajuan anggaran Rp 91,9 Miliar tersebut difokuskan pada tiga skema pemulihan utama:
• Jaminan Hidup (JADUP): Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar harian masyarakat selama masa pemulihan agar kestabilan gizi dan kesehatan keluarga tetap terjaga.
• Bantuan Isi Hunian: Dukungan perlengkapan rumah tangga bagi warga yang rumahnya terdampak, sehingga tempat tinggal mereka kembali layak dan nyaman untuk dihuni.
•Bantuan Stimulus Ekonomi: Program penguatan ekonomi kerakyatan untuk memulihkan usaha mikro, mata pencaharian, dan kemandirian finansial warga pascabencana.

Langkah ini menunjukkan edukasi birokrasi yang transparan, di mana penanganan bencana tidak berhenti saat air surut, melainkan berlanjut hingga kehidupan masyarakat kembali produktif dan berdaya.

Motivasi dan Harapan: Bangkit Bersama Membangun Kembali
Upaya gigih Bupati H. Syibral Malasyi dan Kadinsos Arie Khan dalam mengawal usulan ini hingga ke tingkat kementerian menjadi cermin kepemimpinan yang responsif dan berempati. Langkah ini menyebarkan pesan optimisme di tengah masyarakat Pidie Jaya bahwa di balik musibah selalu ada harapan baru yang sedang diperjuangkan.

"Kita ingin mengetuk pintu Kementerian Sosial RI dengan data yang solid dan niat yang tulus. Bapak Mensos Gus Ipul tentu sangat peduli dengan daerah-daerah yang sedang bangkit dari bencana. Dengan sinergi Pemkab Pidie Jaya dan Kemensos RI, kita yakin Pidie Jaya akan pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," tambah Arie Khan.

Semangat "Bersama Kita Pulih, Pidie Jaya Lebih Kuat" kini bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan bukti nyata keberadaan pemerintah di tengah-tengah rakyatnya. Melalui pengajuan Tahap II ini, Pidie Jaya makin optimis melangkah menuju daerah yang lebih tangguh dan sejahtera. (Gg)
Bagikan:
KOMENTAR