Sinergi Nyata di Ujung Negeri: Babinsa dan Warga Alue Sane Kompak Merakit Asa Lewat Jembatan Perintis


author photo

28 Okt 2026 - 11.52 WIB


PIDIE JAYA — Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali berdenyut kuat di pedalaman Aceh. Di Desa Alue Sane, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pemandangan hangat tersaji saat jajaran TNI dari Koramil 20/Bandar Dua Kodim 0102/Pidie di bawah komando Kapten Inf Ferial bersama dengan warga setempat bahu-membahu merakit besi untuk konstruksi pondasi Jembatan Perintis Alue Sane, Selasa (27/10/2026).  

Berdasarkan pantauan di lapangan, potret kebersamaan ini terlihat jelas melalui kolaborasi aktif antara personel Babinsa—seperti Kopka Andi Munzar—bersama warga dan para petani setempat. Mengenakan seragam loreng dan pakaian kerja harian, mereka tampak kompak merangkai kerangka besi beton yang menjadi fondasi utama penopang jembatan, berdampingan dengan warga yang tengah menyiapkan galian tanah.  

Wujud Nyata Bantuan Presiden dan Kolaborasi Tanpa Batas

Jembatan Perintis yang tengah dibangun ini merupakan program bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia yang ditempatkan di wilayah Kodim 0102/Pidie. Dengan spesifikasi panjang 30 meter, lebar 1,2 meter, serta tinggi 5 meter, jembatan ini dirancang untuk menjadi urat nadi penghubung antarwilayah yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat.  

Pengawas lapangan, Kapten Czi Putut Arianto, mengapresiasi tinggi antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Alue Sane. Menurutnya, warga tidak hanya duduk manis menanti hasil, melainkan turun tangan langsung berkolaborasi bersama tim teknisi khusus konstruksi dan personel TNI.  

"Warga sangat antusias dan senang dengan pembangunan jembatan ini. Hampir setiap hari ada masyarakat yang datang membantu... Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap pembangunan yang nantinya juga akan mereka manfaatkan sendiri," ujar Kapten Czi Putut.
  
Edukasi dan Makna Sosial: Dari Petani, Oleh Petani, Untuk Petani

Inisiatif ini memberikan nilai edukasi sosial yang mendalam bagi generasi masa kini bahwa pembangunan infrastruktur yang sukses tidak hanya bertumpu pada aspek teknis material, melainkan pada rasa kepemilikan bersama (sense of belonging).

Bagi para petani dan pekebun seperti Muzaki, keterlibatan langsung dalam proses pengerjaan ini memberikan kepuasan tersendiri. Di sela-sela rutinitas mereka merawat kebun, warga dengan sukarela menyumbangkan tenaga.  

"Kami siap membantu sebisa kami di sela-sela bekerja di kebun. Jembatan ini nantinya juga akan kami gunakan untuk menuju kebun. Jadi, kalau kami ikut membantu mempercepat pengerjaannya, manfaatnya juga akan lebih cepat kami rasakan," tutur Muzaki penuh syukur.  

Membuka Akses, Menggerakkan Roda Perekonomian Desa

Kehadiran Jembatan Perintis Alue Sane diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam memangkas hambatan geografis warga. Selama ini, keterbatasan akses infrastruktur kerap menjadi tantangan bagi para petani dalam mendistribusikan hasil bumi. Dengan rampungnya jembatan ini nanti, jalur pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan dipastikan akan jauh lebih lancar, aman, dan efisien.  

Melalui semangat gotong royong yang terus dihidupkan, TNI membuktikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi katalisator kemajuan—memastikan bahwa asa dan kesejahteraan di wilayah pedesaan terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.(Gg)
Bagikan:
KOMENTAR