Sorot Pelayanan RSUZA, Abu Lupie Desak Mualem Copot Direktur


author photo

25 Okt 2026 - 18.27 WIB




BANDA ACEH – Abu Lupie mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem segera mengevaluasi dan mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Abu Lupie, yang merupakan tim pemenangan Mualem-Dek Fadh, menilai manajemen RSUZA seharusnya lebih memprioritaskan pembenahan internal dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.

Dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026), ia turut menyoroti keikutsertaan sejumlah pejabat RSUZA dalam Indonesia Hospital Expo 2026 yang berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 di Jakarta.

Menurutnya, kegiatan di luar daerah tersebut perlu dievaluasi, terutama jika tidak memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan pelayanan rumah sakit.

“Jangan sampai pejabat rumah sakit justru lebih mengutamakan kegiatan di luar daerah, sementara pelayanan kepada masyarakat masih membutuhkan perhatian serius,” kritik Abu Lupie.

Ia menegaskan, RSUZA sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Karena itu, seluruh kebijakan manajemen harus berorientasi pada kepentingan pasien dan masyarakat.

Selain itu Abu Lupie juga menyoroti potensi penggunaan anggaran dalam keikutsertaan pejabat RSUZA pada Indonesia Hospital Expo 2026.

Ia meminta Pemerintah Aceh memastikan setiap pengeluaran anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, serta memiliki manfaat yang jelas bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kegiatan di luar daerah harus mempertimbangkan urgensi, manfaat, dan dampaknya terhadap pelayanan rumah sakit. Penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan daerah, kata dia, harus mengutamakan kebutuhan masyarakat.

Abu Lupie juga menilai kepemimpinan Direktur RSUZA saat ini perlu mendapat evaluasi serius. Ia menyebut, selama kurang lebih satu tahun kepemimpinan direktur, belum terlihat kemajuan yang diharapkan dalam pengelolaan rumah sakit. Bahkan, ia menyoroti persoalan utang yang disebutnya semakin menumpuk.

“Pemerintah Aceh harus melihat kondisi ini secara serius. Kurang lebih satu tahun dipimpin direktur yang sekarang, tetapi belum terlihat kemajuan yang berarti. Justru persoalan utang semakin menumpuk,” ujarnya.

Ia menekankan direktur rumah sakit harus mampu memastikan pelayanan berjalan optimal, meningkatkan kedisiplinan jajaran, serta mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Abu Lupie berharap Gubernur Aceh Muzakir Manaf tidak mengabaikan berbagai persoalan yang disorotnya. Evaluasi kepemimpinan diperlukan untuk memastikan RSUZA mampu menjalankan fungsi pelayanan kesehatan secara maksimal.

Ia menegaskan, desakan pencopotan direktur merupakan bentuk kritik terhadap pengelolaan rumah sakit yang dinilai perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Aceh.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUZA diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Direktur RSUZA maupun pejabat terkait mengenai keikutsertaan dalam Indonesia Hospital Expo 2026 di Jakarta.(R)
Bagikan:
KOMENTAR