‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

EVEN KEMAH DURIAN JONTOR MENUJU GO INTERNASIONAL


author photo

16 Des 2019 - 12.09 WIB


Subulussalam --- Radar Aceh |Kemah Durian "Muhun ala WKS" Komunitas Wisata Kota Subulussalam (WKS) menggelar Kemah Durian bertema "Muhun Ala WKS" di perkebunan durian Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam (16/12).

Event Kemah Durian ini dilaksanakan dua hari mulai Sabtu 14 Desember 2019 dan berakhir Minggu 15 Desember 2019.

Kemah durian ini merupakan event pertama kali digelar di Kota Subulussalam untuk memperkenalkan durian khususnya "Durian Jontor " yang dikenal dengan berbagai cita rasanya yang khas. Pembukaan Kemah Durian ini dihadiri Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, SE, Angggota DPRK, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Subulussalam, Camat, SKPK serta masyarakat dan peserta. 

Menurut ketua panitia Erdian JK,
" Acara yang diikuti lebih kurang 100 peserta yang berasal dari Kota Subulussalam sendiri maupun kabupaten tetangga yaitu dari Aceh Singkil dan Aceh Selatan. Diharapkan kedepannya agenda ini bisa menjadi event tahunan di Kota Subulussalam dan ruang lingkupnya bisa menjadi lebih luas menjadi Festival durian tahunan Kota Subulussalam."

Kegiatan ini begitu meriah lantaran lokasinya berada di Desa Sikelang yang begitu banyak menghasilkan durian, sehingga  kita bisa melihat setiap harinya beberapa truk dikirim ke Medan. Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Wisata Kota Subulussalam (WKS) ini bertujuan untuk mengkampanyekan buah Durian khas di Kota Subulussalam. 

Buah Durian Jontor ini cukup tersohor di beberapa daerah. Bukan nama jenis buahnya Jontor, akan tetapi Jontor itu merupakan sebuah nama desa di wilayah Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam yang sejak dulu masyarakat di desa ini secara turun temurun telah memiliki kebun durian bahkan hingga saat ini, walaupun namanya Durian Jontor namun penyebaran durian ini merata di beberapa desa di Kecamatan Penanggalan terutama Desa Sekelang yang merupakan penghasil terbanyak duriannya. Dalam mensukseskan kegiatan ini didukung oleh Pemko Subulussalam, Dekranasda Kota Subulussalam, DP3KB Kota Subulussalam, BPBD Kota Subulussalam dan Ikatan Pemuda Pelajar Sekelang (IPPS).

Kemah Durian "Muhun ala WKS" ini dikonsep dengan kegiatan bermalam di kebun durian dengan salah satu kegiatan menunggu durian jatuh dan menikmati langsung durian yang jatuh pada malam hari. Kegiatan menunggu durian jatuh ini dikenal dengan istilah "muhun" oleh warga sekitar. Dalam event Kemah Durian ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu Kemah Durian, Kontes Durian, Makan durian bersama, Diskusi publik Durian, Pemaparan potensi Wisata Kota Subulussalam, Galerie penganan berbahan dasar durian, games sambil menunggu durian jatuh, pagi minggunya dilanjutkan dengan senam jantung sehat, penanaman pohon durian di kebaun masyarakat dan di tutup menjelang siang dengan makan durian bersama dengan rombongan Walikota beserta anggota DPRK dan Tim Dekanasda Kota Subulussalam yang ikut hadir selepas selesainya event Jalan Santai dalam rangka peringatan hari ibu di tingkat Pemko Subulussalam. 

Selain untuk mempromosikan salah satu objek wisata agrowisata buah durian dan makanan olahan berbahan dasar durian yang ada di Kota Subulussalam, kegiatan ini juga bermaksud untuk membuka kemitraan dan pemasaran hasil durian, selanjutnya sebagai ajang bertemunya para pecinta durian dalam rangka silaturrahmi dan bersinergi dalam banyak hal sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas.

Diakhir acara pembukaan Kemah Durian malam minggu kemarin dilakukan perlombaan kontes durian terenak yang diikuti warga setempat sebanyak 10 kontestan. Dari hasil penilaian dewan juri, warga yang bernama Darlis Bancin berhasil memenangkan kontes durian terenak dan ia berhak melelang durian. Dalam proses pelelangan duriannya mendapat tawaran akhir seharga Rp. 800.000, yang dimenangkan oleh Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR