‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Ekowisata Pulo Tabek Kreatifitas Tujuh Pemuda Gostel Asing


author photo

1 Jan 2020 - 22.31 WIB


Aceh Singkil --- Rabu (01/01/20) Seperti biasa menyambut Tahun baru (2020) masyarakat selalu memeriahkannya dengan berkunjung ke objek wisata dan lokasi hiburan keluarga lainnya. 

Di Kab.Aceh Singkil ada objek wisata Pantai Cemara Indah Gosong Telaga (gostel) yang berada di Desa Gosong Telaga Selatan Kec. Singkil Utara.Setiap hari libur  selalu dikunjungi oleh turis lokal dari Kabupaten/Kota sekitarnya. 

Tapi tahun ini dilokasi tersebut ada yang sangat berbeda dan mencuri perhatian para pelancong yakni hadirnya ekowisata mangrove dipadukan dengan instagramable untuk berswafoto ria. 

Radar Aceh yang berada dilokasi langsung mengumpulkan informasi.Adalah Tujuh Pemuda dari desa Gosong Telaga Selatan Kab.Aceh Singkil telah menyulap kawasan hutan Mangrove seputar Pantai Gosong menjadi Lokasi Instagramable tempat berselfie ria. 

Mereka Wandi, Bahri, Arfiansyah, Randi, Harjian,Mardian dan Gusti membangun lokasi berselfie ria demi tujuan menambah penghasilan orang tua mereka yang berjualan di objek wisata pantai gosong.Berbekal ilmu yang dilihat dari youtube mereka mencoba membangun jembatan kayu disekitar rimbunan mangrove Pantai Gosong.Berbekal kayu dan rotan di daerah sekitar mereka buat jembatan dan spot-spot selfie yang menarik didalam kawasan Mangrove. 

Ketujuh pemuda tersebut memberi nama lokasi ekowisata mangrove tersebut Pulo Tabek. Lokasi yang menjadi favorit generasi muda milenial untuk berswafoto sarang burung buatan dan pondok diatas tumbuhan mangrove berlatar air danau dan sampan nelayan. 

Menurut keterangan Wandi pentolan dari tujuh pemuda tersebut mereka memulai membangun instagramable tersebut tanggal 12 Juni 2019 atau setengah tahun yang lalu dan alhamdulillah saat ini penghasilan mereka sudah lepas untuk membeli perlengkapan dan peralatan untuk membangun lebih lanjut lagi wisata mangrove gosong menjadi ekowisata mangrove yang profesional. 

Wandi berharap agar pemerintah Kab. Aceh Singkil mau memperhatikan karya mereka dan mensupport agar berkembang lebih baik lagi seperti di Desa Kurau Timur Kab.Bangka Tengah Prov. Babel.Dimana Pemda dan masyarakat setempat telah berhasil merubah hutan mangrove yang tidak nyaman menjadi lokasi yang indah dan asri untuk dijalani bersama keluarga, ungkapnya. 

Nah, akhirnya Radar Aceh hanya bisa mengatakan semua terserah Pemda dan masyarakat Aceh Singkil. Tidakkah ingin menambah pendapatan masyarakat yang otomatis menambah pendapatan asli daerah melalui wisata. Jika ingin? maka mari kita semua bergandeng tangan bergotong royong membangun pariwisata Aceh Singkil.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR