‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Pondok Pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf As Singkili Mengadakan Peringatan Maulid Nabi


author photo

12 Feb 2020 - 20.33 WIB


Aceh Singkil --- Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw di Pondok Pesantren Darul Hasanah di hadiri oleh Ulama-Ulama dari luar Aceh, yang memperjuangkan Mptt-I ( Majlis Pengkajian Tauhid Tasawuf- Indonesia), seperti Wali Nanggro Jakarta, Wali Nanggro Sulawasi dan Wali Nanggro Manado, Rabu(12/2/2020).

Selain Dari Mptt-i juga ikut hadir Wakil Bupati Aceh Singkil, SKPK Aceh Singkil, Pimpinan Kecamatan, Ulama-Ulama Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Aceh Singkil, Tokoh Masyarakat, Santriwan Santriwati dan seluruh lapisan Masyarakat simpatisan Mptt Asia Tenggara.

Wakil Bupati Aceh Singkil dalam sambutannya menyampaikan, kita berharap syafaat Rasulullah turun ke Aceh Singkil dengan mengikuti apa yang di ajarkan oleh Abuya. Dengan mengembangkan zikir sebagai ajaran Rasulullah karna beliau adalah pewaris Rasulullah Saw.

Lanjutnya Hakkul yakinlah, kalau hal ini terus kita laksanakan akan mendatangkan rahmat dan berkah yang luar biasa selama ada zikir-zikir ini yang di gagas Abuya. Insya Allah, usulan-usulan kita di pemerintah Propinsi dan Pusat sudah di tanggapi seperti pembangunan Bandara, Pelabuhan, Jembatan dan lain sebagainya,"paparnya.

Singkil adalah sebuah daerah lahirnya ulama-ulama Tasawuf. Dari dulu tasawuf terus berkembang insya Allah bulan Juni kita akan mengadakan Muzakarah Tauhid Tasawuf Se Asia Tenggara yang ke 6 di Aceh Singkil ini,"ucapnya lagi.

Tambahnya kita siap sebagai pemerintah dan tuan rumah, harus semangat tolong menolong dan ikhlas dalam melaksanakan Muzakarah nantinya. Jangan mengharap kan balasan di dunia, nanti setelah innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un kita akan mendapatkan balasannya,"jelasnya.

Kemudian Abuya Syekh H.Amran Wali Al-Khalidi juga menyampaikan dalam makalahnya, MPTT adalah orang yang ber'aqidah ahlussunah wal jama'ah, iman dan aqidah ini harus bertempat pada nafsu muthmainnah sebagai ujung dari tauhid tasawuf, yaitu mereka memahami aqidah di atas nafsu Mutmainnah agar aqidah ini bercahaya di dalam bathinnya. 

Tidak kebanyakan sebagian ulama memahami aqidah ini di atas nafsu amarah dan lawwamah maka aqidah ini pelaksanaannya mirip dengan mu'tazilah, sebab belum bertasawuf hudzur hati di hadapan Allah maka hawa sebagai nyawanya nafsu dan waham terlihat selain Allah mencuri aqidahnya imannya penyebab dunia sangat berbunga-bunga dalam bathinnya, dia belum dapat mencintai Allah dan Rasul dan belum dapat bersamanya,"katanya.

Selanjutnya di akhir acara seluruh peserta yang hadir ikut ber zikir Rateeb Seribet bersama Abuya dan di tutup dengan doa oleh Abuya.(Ilyas)
Bagikan:
KOMENTAR