ACEH TIMUR --- Keluarga janda miskin di Dusun Cek Yasin Desa Pucok Alue Sa Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur dalama kondisi sangat memprihatinkan, Senin (06/04/2020).
Selain itu Rahmania 48, saat di wawancarai mengaku kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anak nya yang telah yatim, untuk makan sehari hari saja sangat susah bahkan sering harus menahan lapar karena tidak sanggub membeli beras,"ungkap Rahmania pada wartawan media ini.
Rahmania sangat berharab bantuan dari pemerintah apa lagi dalam kondisi seperti saat ini, yang harus menghidupi anak-anaknya M.Riski (10) yang duduk di kelas 4 SD dan M.Afdhal (5) di bangku TK.
Saat ini Rahmania bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangganya dan membantu menyapu halaman dengan penghasilan Rp.15 ribu perhari itu pun kalau ada yang menyuruh,"jelasnya dengan nada sedih.
Yang mengiris hati saat Rahmania meceritakan bagaimana mereka tidur dengan atap rumah sudah bocor, apa lagi saat hujan turun kami tak bisa tidur,"jelasnya sambil mengusap matanya karna sedih
Rahmania juga tidak tercatat sebagai penerima PKH padahal kondisinya sanagat layak mendapatkan bantuan namun nasib nya sangat malang, yang hanya memiliki kartu BPJS saja.
Nasib yang sama juga di alami Nurkisah (43), janda miskin 4 anak dan Wardiah (47) janda miskin yang memiliki beban tanggungan 5 anak anak nya yang juga yatim dari kecil.
Menurut Nurkisah kami nasib nya sama, hidup susah tak ada sumber ekonomi, kami harus banting tulang untuk bekerja sebagai buruh demi sesuap nasi untuk menghidupi anak-anak kami, sedang bantuan PKH diperuntukkan bagi anak anak sekolah,"jelasnya kepada wartawan.
Shalahudin salah satu tokoh masyarakat membenarkan kondisi kehidupan ekonomi janda janda miskin tersebut sangat memprihatinkan dan kehidupan sosialnya sangat memprihatinka. Mereka sangat membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah, tetutama bantuan modal usaha untuk menopang kehidupan mereka sehari-sehari,"jelas Shalahudin.
Kepala Desa/Keuchik Desa Pucok Sa Abdullah saat di konfirmasi wartawan mengatakan, untuk janda miskin Wardiah dan Nurkisah sudah mendapat bantuan rumah rehab dari Dana Desa, dan mereka juga akan mendapatkan bantuan PKH.
Sedangkan Rahmaniah tahun 2020 sudah kita alokasikan bantuan rehab rumah, mengenai PKH membenarkan belum mendapatkannya karena kuota yang sangat terbatas,"jelas Keuchik.
Lanjutnya untuk Desa kami hanya 30 Keluarga yang mendapatkan PKH, sedangkan Keluarga yang layak mendapatkan nya mencapai 80 Keluarga," jelas Keuchik Abdullah lagi.
Ketua LSM Acheh Future Razali Yusuf, mengungkapkan, kita sangat prihatin dengan kondisi keluarga janda janda miskin, ini hanya bagian potret kecil kehidupan keluarga miskin di Aceh,
"Banyak anak yatim yang terlantar terutama di dalam hal pendidikan, padahal mereka banyak berhasrat ingin belajar baik di sekolah maupun di pesantren dayah. Tapi harapan mereka pupus terganjal kondisi sosial ekonomi orang tua mereka hidup di bawah garis kemiskinan," Ujar Cekli panggilan akrap Razali Yusuf.
Kita dengar saja banyak anggaran di Pemerintah, tapi kondisi rakyat di Aceh masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan, lanjut Cekli.
Cekli menambahkan" Pemerintah seharusnua lebih peka dengan kondisi riil sosial ekonomi masyarakat terutama di Desa/Gampong jangan hanya duduk di kantor tapi tak pernah turun ke lapangan untuk mendata dan melihat secara langsung kehudapan keluarga miskin/rentan yang perlu perhatian dan bantuan Pemerintah," pungkas Cekli (Sdn)
