Lhokseumawe — Pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu di SD Negeri 2 Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menuai tanda tanya besar. Program yang disebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU SG) Pendidikan itu kini justru diwarnai pernyataan saling tidak tahu, lupa, hingga enggan memastikan asal-usul anggaran. Senin (19/1/2026).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kota Lhokseumawe, Nafsiah, S.Sos, menyebut pengadaan tersebut memang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu. Paket bantuan terdiri dari 225 set baju seragam dan 225 tas sekolah, yang disebut telah selesai diserahkan langsung ke pihak sekolah melalui CV Ghazawatt sebagai penyedia.
“Barang sudah diserahkan ke SD tersebut oleh pengurus barang. Itu memang pengadaan untuk siswa kurang mampu,” ujar Nafsiah.
Namun, kejelasan anggaran justru mengabur ketika ditanya lebih lanjut. Nafsiah mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kegiatan tersebut merupakan bagian dari pokok-pokok pikiran (pokir) dewan, dan bahkan menyebut dirinya telah lupa pokir siapa yang dimaksud.
“DAU SG itu memang APBN, tapi bisa juga dari pokir. Saya tidak tahu pokir siapa,” katanya, sebelum menutup pernyataan dengan alasan akan melaksanakan ibadah salat.
Pernyataan tersebut menambah panjang daftar ketidakjelasan. Apalagi ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe justru menyatakan bahwa anggaran tersebut bersumber dari APBN, sembari mengarahkan awak media untuk menanyakan detail lebih lanjut langsung kepada kepala sekolah.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa program bantuan pendidikan yang menyasar siswa miskin tidak memiliki kejelasan administrasi di tingkat pejabat teknis maupun pimpinan dinas?
Transparansi anggaran publik kembali dipertaruhkan. Di tengah kebutuhan mendesak siswa kurang mampu, publik justru disuguhi jawaban normatif, saling lempar kewenangan, dan ingatan yang “lupa” soal asal dana negara.
Jika bantuan ini benar untuk kepentingan rakyat, mengapa tak satu pun pejabat mampu menjelaskannya secara tegas dan utuh? (A1)