‎ ‎
‎ ‎

Mahasiswa KKN Malikussaleh Terapkan Tani Pori di Lima Dusun Desa Kumbang Punteut


author photo

29 Jan 2026 - 12.44 WIB



Kumbang Punteut — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 67 Universitas Malikussaleh melaksanakan program pemanfaatan limbah rumah tangga melalui metode tani pori atau lubang resapan biopori di Desa Kumbang Punteut, Selasa (27/1/2026).

Program tersebut dilaksanakan di lima dusun, yakni Dusun Meurandeh, Cot Dipaya, Kuta Pawoh, Cik Dialue, dan Lampoh Bakong. Kegiatan ini bertujuan mengurangi genangan air sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.

Penerapan tani pori dipilih karena kondisi lingkungan desa yang masih berpotensi mengalami genangan air saat musim hujan serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Melalui lubang resapan biopori, air hujan dapat terserap lebih cepat ke dalam tanah, sementara sampah organik diolah secara alami menjadi kompos.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama warga setempat membuat lubang resapan vertikal sedalam sekitar 53 sentimeter menggunakan bor tanah. Lubang tersebut kemudian diisi dengan bahan organik seperti daun kering dan sisa sayuran. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong agar masyarakat dapat memahami secara langsung cara pembuatan serta manfaat tani pori.

Salah seorang warga Dusun Lampoh Bakong menyatakan program tersebut memberikan manfaat nyata, terutama dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
“Dengan tani pori, sampah organik tidak perlu dibuang. Bisa dimanfaatkan menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman,” ujarnya.

Secara umum, warga Desa Kumbang Punteut menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu mengurangi genangan air di lingkungan sekitar serta mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh berharap masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan penerapan tani pori secara mandiri. Dengan biaya relatif murah dan metode sederhana, tani pori diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga daya resap tanah dan mendukung pelestarian lingkungan desa.(**)
Bagikan:
KOMENTAR