‎ ‎
‎ ‎

PMI Kota Lhokseumawe dan KKN Paloh Awe Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir


author photo

29 Jan 2026 - 12.49 WIB



Lhokseumawe — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe berkolaborasi dengan KKN-PPM Kelompok 14 Gampong Paloh Awe menggelar kegiatan trauma healing dan sosialisasi kesehatan bagi anak-anak pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Tuha Gampong Paloh Awe ini diikuti puluhan anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Program ini bertujuan membantu pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak banjir sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua sesi utama, yakni Psychological and Social Support (PSS) serta promosi kesehatan (promkes). Pada sesi PSS, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas hiburan seperti musik, ekspresi gerak kreatif, dan permainan edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan tawa dan keceriaan anak-anak yang didampingi mahasiswa KKN serta ibu-ibu Tim PKK Gampong Paloh Awe.

Selain permainan, PMI juga memberikan edukasi kesehatan berupa praktik mencuci tangan yang baik dan benar. Materi disampaikan secara interaktif dan diiringi lagu cuci tangan agar mudah diingat oleh anak-anak. Di akhir kegiatan, peserta menerima hadiah berupa sabun cuci tangan, alat tulis, dan makanan ringan.
Relawan PMI Kota Lhokseumawe, Amirul Mukminin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam menangani trauma psikologis anak-anak. “Selain trauma healing, kami juga ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih melalui edukasi cuci tangan yang sederhana dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ketua KKN Kelompok 14 Paloh Awe, Raiman D. Simorangkir, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PMI. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta meninggalkan kesan baik selama pelaksanaan KKN. “Kami berharap materi yang disampaikan dapat membantu anak-anak mengatasi trauma, merasa terhibur, dan memahami pentingnya kebersihan,” katanya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Tengku Humaira, menyoroti tingginya tingkat trauma yang dialami anak-anak pascabencana. Ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Lhokseumawe atas dukungan dan kerja sama yang diberikan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN Kelompok 14, relawan PMI Kota Lhokseumawe, serta anak-anak Gampong Paloh Awe. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi sarana pemulihan trauma bagi anak-anak yang terdampak banjir, khususnya di Gampong Paloh Awe(**)
Bagikan:
KOMENTAR