Selamatkan Generasi Hanya Dengan Islam


author photo

9 Jan 2026 - 17.48 WIB



Oleh : Sayidah Aisyah, S. KM. (Aktivis dan Pendidik)

Pada Rabu, 10 desember 2025, dugaan pembunuhan seorang ibu berinisial F (42) oleh anaknya, AL (12), di Kota Medan. Ada beberapa motivasi atau hal yang mendorong AL melukai korban. Pertama, melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ancaman menggunakan pisau terhadap ayah. Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang. Ketiga, sakit hati game online dihapus. 

Tidak bisa dipungkiri efek game online membuat generasi muda memiliki cara pandang yang ekstrim memandang kehidupan. Game online banyak mengandung unsur kekerasan, kebebasan, hingga pornografi. Mirisnya hal ini bebas dikonsumsi anak-anak tiap hari. Dikemas dengan tampilan menarik dan adiktif menjadi racun tersembunyi yang diam-diam merusak pemikiran generasi. Di sisi lain, peran negara, masyarakat dan keluarga yang harusnya melindungi generasi dari kerusakan berpikir malah mendukung dengan memberikan kemudahan mengakses gadget dan internet tanpa pengawasan dan kendali. 

Kemajuan teknologi dijunjung tinggi seolah akan memberikan banyak manfaat namun nyatanya menjadi jurang kemungkaran. Inilah hasil tidak adanya pengaturan dan pengawasan baik dari keluarga maupun negara atas akses dunia maya dan gadget. Arus digitalisasi dianggap bentuk kemajuan peradaban namun di sisi lain nasib masyarakat yang mengkonsumsi hasil digitalisasi mengalami kehancuran moral dan kemanusiaan. Efek ketahigan game online yaitu mulai dari sulit fokus, mudah emosi, enggan bersosialisasi, mudah berkata kasar hingga mudah melakukan kekerasan. Dampak ini kurang mendapat perhatian umat.

Hegemoni game online di dunia kapitalis semakin meresahkan. Dalam kacamata kapitalis segala sesuatu yang bisa menghasilkan cuan akan semakin tumbuh subur tanpa memikirkan dampak negatif jangka panjang pada generasi. Maka umat butuh pandangan yang tepat untuk bisa menyelamatkan generasi dari bahaya game online ini. 

Generasi muda harus dibentuk dengan sistem pendidikan yang tepat. Pendidikan yang dapat mengembalikan jati dirinya sebagai seorang muslim dengan menanamkan pemahaman Islam dan membentuk kepribadian Islam dalam diri generasi. Peran orang tua sangat penting agar bisa menanamkan akidah Islam sejak dini dan mengasah pola pikir anak agar kritis dan tidak mudah terikut arus liberalisasi digital. Orang tua juga berperan menjaga lingkungan pertemanan anak agar tidak salah pergaulan. Serta butuh peran besar negara agar bisa menjaga tiap warga negara dari akses game online yang mengandung kekerasan dan pornografi. 

Inilah pentingnya menanamkan Pendidikan Islam dalam keluarga, lingkungan dan negara. Allah SWT telah berfirman, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96)

Dalam Islam salah satu tugas negara adalah menjaga generasi muda umat ini dari berbagai kerusakan termasuk kerusakan akidah dan moral. Bahkan, negara memiliki peran penting mempersiapkan generasi untuk membangun peradaban yang gemilang dan mulia. Disinilah peran kita sebagai pendidik generasi untuk menyampaikan risalah Islam kepada generasi muda agar mereka siap menggenggam Islam sebagai cara pandang kehidupan dan meneruskan estafet risalah ini ke generasi-generasi selanjutnya. Wallahu a’lam bi showab.
Bagikan:
KOMENTAR