Aceh Barat Daya — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan, Kabupaten Aceh Barat Daya, mengelola anggaran sangat besar pada Tahun Anggaran 2025. Dokumen perencanaan anggaran menunjukkan dominasi belanja jasa tenaga kerja, pengadaan alat kesehatan, obat-obatan, hingga pembangunan dan rehabilitasi gedung rumah sakit dengan nilai total mencapai ratusan miliar rupiah. Senin (9/2/2026).
Porsi terbesar anggaran terserap pada belanja jasa tenaga pelayanan umum yang mencapai Rp46,7 miliar, disusul belanja jasa tenaga kesehatan sebesar Rp8,14 miliar dan tenaga administrasi Rp976,8 juta. Selain itu, honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan sekretariatnya mencapai Rp1,21 miliar, belum termasuk belanja jasa kebersihan, keamanan, supir, juru masak, teknisi, serta tenaga teknologi informasi.
Di sektor pengadaan medis, RSUD Teungku Peukan mengalokasikan anggaran signifikan untuk obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang masing-masing bernilai lebih dari Rp8 miliar. Pengadaan alat kesehatan juga tercatat masif, baik dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
Sejumlah alat medis bernilai miliaran rupiah tercantum dalam dokumen anggaran, di antaranya Modular Operating Theater (MOT) senilai Rp5,46 miliar, pengadaan ambulans Rp3,93 miliar, laparoscopy set Rp3,38 miliar, serta berbagai perangkat USG, EKG, CPAP, Transcranial Doppler, hingga Phacofragmentation System untuk layanan mata.
Tak hanya itu, biaya pengangkutan dan pengolahan sampah medis infeksius/B3 juga dialokasikan sebesar Rp2,05 miliar, angka yang muncul lebih dari satu kali dalam daftar anggaran.
Di bidang infrastruktur, RSUD Teungku Peukan melanjutkan dan merehabilitasi sejumlah bangunan dengan nilai miliaran rupiah, mulai dari pembangunan poliklinik dan rekam medis, ruang radiologi, ruang gudang farmasi, hingga rehabilitasi ruang ICU, NICU, PICU, rawat inap, kamar mandi, toilet, dan pengecatan gedung rumah sakit. Bahkan, lanjutan pembangunan Masjid Baitul Syifa turut dianggarkan hampir Rp2 miliar.
Belanja operasional rumah sakit juga tergolong besar. Pengadaan ATK, bahan cetak, komputer, AC, jaringan internet, hingga langganan listrik dan air PDAM mencapai miliaran rupiah. Biaya perjalanan dinas, pemeliharaan kendaraan, rehabilitasi ambulans, serta konsumsi pasien juga tercatat berulang dengan nilai signifikan.
Khusus biaya makan pasien, anggaran dialokasikan dalam beberapa pos terpisah dengan total mencapai miliaran rupiah, termasuk rincian per bulan pada semester kedua tahun 2025.
Besarnya anggaran RSUD Teungku Peukan Tahun 2025 ini menuntut pengawasan ketat dan transparansi penuh, terutama pada belanja jasa, pengadaan alat kesehatan bernilai tinggi, serta proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung. Publik berharap anggaran jumbo tersebut benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Barat Daya, bukan sekadar terserap secara administratif.(Ak)