Dewan Perdamaian Gaza, Kendali Total AS-Israel


author photo

9 Feb 2026 - 14.04 WIB



Seruan menteri Israel untuk menghancurkan Gaza dan mengusir paksa warganya bukanlah retorika kosong, melainkan bagian dari proyek besar yang kini dijalankan bersama Amerika Serikat. AS telah menyiapkan pembangunan “New Gaza” dan membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) yang melibatkan sejumlah negara Muslim. Di balik narasi rekonstruksi dan perdamaian, tersimpan ambisi untuk menghapus jejak genosida dan mengukuhkan dominasi politik serta ekonomi di wilayah yang telah lama menjadi simbol perlawanan umat Islam.

New Gaza bukan sekadar proyek properti, melainkan alat untuk mengendalikan Gaza secara total. Dengan membentuk DPG, AS berusaha menciptakan legitimasi internasional atas kendali mereka, sekaligus merangkul negeri-negeri Muslim agar tunduk pada agenda Barat. Ini adalah siasat geopolitik yang mengaburkan kejahatan perang dan menjadikan Gaza sebagai laboratorium kapitalisme baru di atas puing-puing penderitaan rakyat Palestina.

Padahal, Gaza dan seluruh wilayah Palestina adalah tanah milik umat Islam yang telah dirampas secara paksa oleh Israel. Dalam Islam, tidak dibenarkan memberikan loyalitas kepada negara kafir yang jelas-jelas memusuhi umat. Allah SWT melarang umat Islam tunduk pada makar musuh, apalagi jika itu berarti membiarkan penjajahan terus berlangsung dengan dalih pembangunan.

Umat Islam dan para penguasa negeri-negeri Muslim wajib melawan semua bentuk manipulasi dan dominasi AS-Israel atas Gaza. Perjuangan membebaskan Palestina tidak cukup dengan kecaman diplomatik atau bantuan kemanusiaan. Harus ada langkah ideologis dan sistemik, yaitu menegakkan Khilafah Islam dan menggalang jihad sebagai prioritas utama perjuangan umat. Hanya dengan kepemimpinan Islam yang kaffah, Palestina dapat dibebaskan secara hakiki dan kehormatan umat dapat dikembalikan.
Bagikan:
KOMENTAR