Upaya membangun kesadaran lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar atau proyek bernilai miliaran rupiah. Di Gampong Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 06 menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat mengalir dari hal-hal sederhana: plang informasi dan tong sampah terpilah.
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, kelompok mahasiswa ini memasang plang edukasi pengelolaan sampah sekaligus menyerahkan dua unit tong sampah terpilah organik dan nonorganik kepada pemerintah desa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program edukasi berkelanjutan yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Plang edukasi yang dipasang tidak sekadar menjadi penanda visual, tetapi juga sarana refleksi. Informasi mengenai waktu penguraian sampah mulai dari lima tahun hingga 450 tahun menyuguhkan fakta yang sering kali luput dari perhatian masyarakat. Sampah plastik yang dibuang hari ini, misalnya, bukan hanya persoalan hari ini, tetapi warisan masalah bagi generasi mendatang.
Selain plang, dua tong sampah terpilah disediakan dengan fungsi yang jelas. Tong berwarna hijau diperuntukkan bagi sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan kulit buah yang dapat diolah menjadi kompos dalam waktu dua hingga tiga bulan melalui teknik pengomposan sederhana. Sementara itu, tong nonorganik berwarna kuning digunakan untuk menampung plastik kemasan, botol, kaleng, kertas, dan kaca yang selanjutnya dapat disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sehingga tidak berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Syaiful Rambe, salah satu mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 06, program ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. “Kami ingin warga tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga membedakan jenis sampah agar pemilahan bisa dilakukan langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Respons positif datang dari Keuchik Gampong Mane Tunong, Faisal, S.T. Ia menilai kehadiran plang edukasi dan tong sampah terpilah membawa dampak nyata bagi pola pikir warga. “Sebelumnya, semua sampah dibuang jadi satu. Sekarang warga mulai sadar bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan hari ini bisa tetap ada ketika cucu mereka berusia 50 tahun. Edukasi seperti ini menyentuh hati,” katanya.
Apa yang dilakukan mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 06 memperlihatkan bahwa perubahan perilaku dapat dimulai dari intervensi kecil yang tepat sasaran. Plang yang mengingatkan, tong yang memudahkan, serta pesan moral yang kuat menjadi kombinasi sederhana namun efektif dalam membangun kesadaran kolektif.
Pada akhirnya, memilah sampah bukan sekadar urusan teknis kebersihan, melainkan tanggung jawab etis terhadap bumi. Langkah kecil yang diambil hari ini—di sebuah gampong di Aceh Utara—menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk generasi yang belum lahir, hingga sampah yang kita buang hari ini benar-benar menghilang dari muka bumi.
Penulis: Sanjaya Wahidi
Fotografer: Yanda