Lhokseumawe, 11 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Kelompok 56 menghadirkan program hidroponik dan apotek hidup di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsep dan manfaat hidroponik serta apotek hidup. Selanjutnya, mahasiswa bersama warga mempraktikkan pembuatan instalasi hidroponik sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penanaman tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, dan sejumlah tanaman herbal lainnya di lahan yang telah disiapkan.
Penanggung jawab program kerja, Hibban Muzammil, mengatakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) yang diperkenalkan dinilai efisien dalam penggunaan lahan dan air, serta mampu menghasilkan sayuran berkualitas. “Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Apresiasi datang dari tenaga kesehatan setempat, Laila Kusmayati, A.Md.Kep., yang menilai program tersebut kreatif dan edukatif. Menurutnya, hidroponik menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berkebun namun memiliki keterbatasan lahan.
Dukungan juga disampaikan Keuchik Gampong Kuala, Rijal Alfandi. Ia menyatakan program ini menambah wawasan masyarakat terkait metode bercocok tanam modern. “Kami akan mensosialisasikan kepada warga bahwa menanam tidak hanya menggunakan tanah, tetapi juga bisa dengan metode hidroponik,” katanya.
Ketua Kelompok KKN 56, M. Hafiizh, berharap hidroponik dan apotek hidup yang telah dibangun dapat dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga menjadi sumber pangan sehat dan alternatif pengobatan alami bagi warga Desa Kuala.
Program ini melibatkan mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat setempat yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Suasana kebersamaan dan antusiasme warga mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.(**)