Lhoksukon — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Utara melakukan kunjungan kerja ke Bank Sampah Mandiri di Gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa, sekaligus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah dinilai sebagai salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah dari sumbernya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan, Kebijakan Wilayah dan Sektor (Dit. PDLKWS), Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH/BPLH, Rizki Hasna P.M dan Nafila Adinda Putri, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Bank Sampah Mandiri di Gampong Nibong Baroh.
Menurut mereka, keberadaan bank sampah merupakan langkah positif yang patut menjadi contoh bagi desa lain. Selain mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber, bank sampah juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan sampah bernilai ekonomis.
“Ke depan, diharapkan bank sampah ini terus berkembang, baik dari sisi kelembagaan maupun partisipasi masyarakat, sehingga mampu memperluas layanan dan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan sampah serta peningkatan kesejahteraan warga,” ujar perwakilan KLH/BPLH.
Rombongan KLH/BPLH dan DLHK Aceh Utara disambut langsung oleh pemerintah desa dan pengurus Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh. Dalam kesempatan tersebut, Geuchik Nibong Baroh, Razali, memaparkan sistem pengolahan, pengelolaan, serta manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari keberadaan bank sampah tersebut.
Ia menjelaskan, Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh mulai digagas pada 2024 dan mulai berjalan aktif pada 2025 dengan dukungan dari PT Pema Global Energi (PGE) dan Rumah Zakat Indonesia. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan legalitas kepengurusan.
Pemerintah Desa Nibong Baroh menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk perhatian sekaligus pengakuan atas keberadaan bank sampah di desa mereka.
Ke depan, pengurus bank sampah dan perangkat desa berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah maupun lembaga terkait, baik berupa bantuan peralatan maupun pelatihan, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah tersebut.(R)