‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Minimnya Fasilitas Pendidikan, Butuh Segera Perbaikan


author photo

15 Mar 2026 - 13.59 WIB



Oleh: Annisa Putri, S.Pd (Pendidik)

Kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan mengalami keterbatasan ruang belajar, fasilitas penunjang yang minim, hingga persoalan legalitas lahan yang menghambat rehabilitasi bangunan.

Seperti di SDN 011 Samboja yang memiliki 7 ruangan, terdiri dari 6 ruang kelas dan satu ruang yang difungsikan sebagai laboratorium sederhana. Ruang kantorpun masih menyatu dengan ruang kelas. Dengan jumlah murid mencapai lebih dari 150 orang, keterbatasan ruang belajar menjadi persoalan mendesak.

Kepala SDN 011 Samboja, Abdul Wahab mengemukakan, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan penambahan dan perbaikan bangunan sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun hingga kini, pembangunan belum terealisasi. (Kutairaya.com)

Butuh Segera Perbaikan!

Pendidikan seyogyanya menjadi suatu hal yang mudah didapatkan oleh seluruh anak bangsa, sebab pendidikan termasuk ke dalam hak setiap orang yang harus dipenuhi dengan layak. Namun realita hari ini tak terhitung sudah berbagai problem yang datang dari dunia pendidikan. Mulai dari moral adab di lingkungan sekolah, bahkan gedung atau fasilitas yang kurang, dan lainya. Mengapa demikian? 

Pada kenyataannya dunia hari ini sedang dalam kungkungan sistem Kapitalisme yang membawa arus pemikiran semua bertumpu pada materi atau uang, memiliki konsep yang materialistik apa pun bisa didapat asal memiliki modal yang besar. Belum lagi manfaat atau keuntungan yang menjadi asasnya, menjadikan orang bebas berbuat sesuka hati asal dilihat ada manfaat di sana maka akan dilakukan meski hal itu terlarang atau menyulitkan orang lain.

Selain itu, dalam sistem kapitalisme pula memandang nampaknya pendidikan bukan merupakan kemaslahatan umum yang harus disediakan bagi semua masyarakat sehingga tidak semua orang bisa meraih pendidikan yang layak. Alhasil terus terjadilah kejomplangan itu. Maka, jika melihat dari sisi bangunan fisik sarana prasarana saja kurang, apalagi output kualitas pendidikan yang dihasilkan, tentu wajar jika tidak seperti yang diinginkan.

Dengan demikian, persoalan pendidikan ini haruslah segera diperbaiki. Butuh penangan serius yang tersistematis oleh negara, menyelesaikan dari akarnya agar persoalan tuntas tanpa menimbulkan masalah baru. Namun, sayangnya hal itu sulit diwujudkan selama Kapitalisme masih mengekang saat ini. 

Islam Memandang Pendidikan

Islam memiliki sistem yang komprehensif untuk mengatur kehidupan manusia, tak terkecuali perihal pendidikan. Dalam Islam, pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang akan dipenuhi negara secara cuma-cuma alias gratis untuk masyarakat. Kesadaran kuat akan perintah Allah atas wajibnya menuntut ilmu, membuat negara secara maksimal menyelenggarakan pendidikan.

Mulai dari membangun gedung sekolah yang terjangkau di wilayah masyarakat, buku-buku, fasilitas penunjang yang lengkap seperti laboratorium, lapangan, perpustakaan, juga tak lupa adanya tenaga pendidik yang berkualitas dan lainnya yang kesemua itu dilakukan dengan cara terbaik agar tersampaikannya ilmu pengetahuan bagi umat.

Selanjutnya, bentuk kecintaan Islam terhadap ilmu pengetahuan juga dapat kita lihat dari lembar sejarah. Bahwa banyaknya perpustakaan-perpustakaan yang berdiri megah membuat banyak manusia bahkan dari penjuru dunia betah menimba ilmu di sana. Hal ini sekaligus meyakinkan kita bahwa bangunan sekolah, buku-buku dan lainnya bukan lagi menjadi persoalan bagi negara, tentu fasilitas pendidikan sudah terbangun dengan baik kala itu.

Hal ini bisa terjadi dengan hebat dalam pendidikan Islam tentu tidaklah berjalan sendiri, melainkan dibarengi dengan adanya sistem ekonomi Islam juga sistem politik Islam yang bersumber dari sang pencipta. Dengan aturan-Nya, Sumber Daya Alam di negeri tersebut dikelola dengan benar oleh negara secara mandiri tidak dicampuri pihak asing.

Sehingga hasil dari pengelolaan itu diberikan untuk umat, yang mampu mencukupi segala yang dibutuhkan umat. Inilah sedikit gambaran luarbiasanya Islam mengatur umat manusia, segala kemuliaan dan kesejahteraan akan datang manakala Islam diterapkan secara utuh dikehidupan kita hari ini. Wallahu a’alam bishawwab.
Bagikan:
KOMENTAR