Pandangan Politik Islam terhadap Fakta Fasilitas Pendidikan yang Terpinggirkan


author photo

6 Mar 2026 - 15.36 WIB



Oleh: Syahida Adha, S.Pd.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikenal sebagai salah satu daerah kaya sumber daya alam di Kalimantan Timur. Namun kekayaan tersebut ternyata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas infrastruktur pendidikan.
Dikabarkan sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah ini dilaporkan masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan ruang belajar, minimnya fasilitas penunjang, hingga persoalan legalitas lahan dan proses rehabilitasi bangunan sekolah. https://www.kutairaya.com/news.php?id=15761
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sarana pendidikan di daerah yang kaya sumber daya pun masih jauh dari ideal. Fakta itu pun menimbulkan pertanyaan mendasar. Bagaimana mungkin daerah yang memiliki potensi kekayaan besar justru masih mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan?
Realitas ini menunjukkan adanya persoalan pada sistem pengelolaan negara. Kekayaan alam yang melimpah seharusnya mampu menopang pembangunan fasilitas publik, termasuk pendidikan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan sumber daya sering kali tidak sepenuhnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Minimnya perhatian terhadap sarana dan prasarana pendidikan merupakan masalah serius. Sekolah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat lahirnya generasi masa depan. Ketika fasilitas pendidikan terbatas, kualitas proses belajar mengajar pun ikut terdampak. Jika pada aspek sarana saja belum mendapat perhatian serius, maka persoalan lain seperti peningkatan kualitas generasi, kesejahteraan guru, hingga kualitas kurikulum tentu lebih sulit untuk diwujudkan.
Dalam Islam, pendidikan menempati posisi yang sangat mulia. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw bahkan berkaitan langsung dengan perintah membaca dan menuntut ilmu. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al-‘Alaq: 1). Ayat ini menjadi penegasan bahwa ilmu merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban.
Rasulullah Saw juga sangat menekankan pentingnya pendidikan. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” Perintah ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap individu.
Oleh karena itu, negara dalam sistem Islam memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi seluruh masyarakat. Sejarah peradaban Islam membuktikan betapa besar perhatian negara terhadap pendidikan.
Pada masa kekhilafahan, lembaga-lembaga pendidikan berkembang pesat dan didukung penuh oleh negara. Di Baghdad berdiri Baitul Hikmah yang menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia pada masanya. Perpustakaan-perpustakaan besar dibangun, dan para ilmuwan diberi dukungan untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu. Universitas-universitas seperti Al-Qarawiyyin di Maroko dan Al-Azhar di Mesir menjadi pusat pembelajaran yang menarik pelajar dari berbagai penjuru dunia.
Pendanaan pendidikan dalam sistem Islam juga ditopang oleh berbagai sumber pemasukan negara seperti kharaj, jizyah, fa’i, ghanimah, serta pengelolaan kepemilikan umum. Dengan pengelolaan yang benar, negara mampu menyediakan pendidikan yang berkualitas tanpa membebani masyarakat. Pendidikan bahkan diberikan secara luas sehingga masyarakat dapat mengakses ilmu tanpa hambatan ekonomi.
Perhatian yang besar terhadap pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan utama Islam dalam membangun peradaban. Pendidikan dalam Islam tidak hanya mencetak individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk kepribadian yang berlandaskan akidah dan akhlak mulia. Dengan demikian, generasi yang lahir dari sistem pendidikan Islam bukan hanya memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh karena itu, persoalan pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah seharusnya menjadi momentum refleksi. Pendidikan bukan sekadar program pembangunan, melainkan investasi peradaban. Tanpa sistem yang benar dalam mengelola sumber daya dan mengatur kehidupan masyarakat, persoalan pendidikan akan terus berulang.
Islam telah memberikan contoh nyata bagaimana negara seharusnya memuliakan ilmu dan memperhatikan pendidikan. Ketika pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama dan didukung oleh sistem yang benar, maka lahirlah generasi unggul yang mampu membangun peradaban yang gemilang.
Wallahu a'lam bissawwab[]
Bagikan:
KOMENTAR