BANJARMASIN – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Keluarga Berencana (KB) terus menunjukkan tren positif. Di Kalimantan Selatan, capaian program KB bahkan tercatat sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional, seiring gencarnya penyuluhan sosial yang dilakukan di berbagai daerah.
Berdasarkan data BKKBN dalam Profil Kesehatan Indonesia 2024, angka prevalensi peserta KB di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 72,16 persen, tertinggi di Indonesia. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 62,38 persen.
Selain itu, data BPS dan BKKBN juga menunjukkan bahwa jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 662 ribu pasangan, dengan mayoritas menggunakan metode kontrasepsi suntik sekitar 40,60 persen, disusul pil sekitar 29,4 persen.
Tingginya capaian tersebut tidak lepas dari peran penyuluhan sosial yang terus digencarkan di tengah masyarakat. Kegiatan penyuluhan yang digelar di berbagai titik permukiman mendapat respons positif. Tidak hanya ibu rumah tangga, pasangan usia muda hingga remaja turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Penyuluh sosial, Siti Rahma, mengatakan pendekatan yang dilakukan saat ini lebih mengedepankan komunikasi yang santai dan mudah dipahami masyarakat.
“Kalau dulu masyarakat cenderung tertutup saat membahas KB, sekarang mereka justru mulai terbuka. Bahkan ada yang langsung berkonsultasi setelah penyuluhan,” ujarnya.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan program layanan langsung kepada masyarakat. BKKBN Kalimantan Selatan bahkan menargetkan puluhan ribu akseptor dalam kegiatan pelayanan KB serentak, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat terhadap program KB.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa penyuluhan sosial menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program KB di lapangan.
“Penyuluhan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi membangun kesadaran. Ketika masyarakat paham manfaatnya, mereka akan ikut dengan kesadaran sendiri,” jelasnya.
Meski capaian tergolong tinggi, tantangan tetap ada. Masih ditemukan sebagian masyarakat yang memiliki pemahaman keliru terkait KB, terutama di wilayah dengan akses informasi terbatas. Oleh karena itu, penyuluhan sosial terus diperkuat melalui berbagai metode, mulai dari sosialisasi langsung hingga pemanfaatan media digital.
Dengan capaian yang terus meningkat, Kalimantan Selatan dinilai menjadi contoh keberhasilan implementasi program KB berbasis penyuluhan sosial. Upaya ini diharapkan mampu terus menekan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga secara berkelanjutan.