‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan


author photo

30 Apr 2026 - 18.45 WIB


Oleh:Lasmini Nurul Khairiyah

Tiap tahun Hari Pendidikan Nasional dirayakan, nyatanya dunia pendidikan makin buram dan memprihatinkan. Kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Hasil pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menunjukkan, terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dalam tiga bulan terakhir.

Kasus terbaru adalah dugaan pelecehan seksual di dalam grup aplikasi pesan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Sebanyak 16 mahasiswa FHUI diduga menjadi pelaku pelecehan seksual tersebut.
Seperti diberitakan Kompas.id, Selasa (14/4/2026), sebanyak 16 pelaku itu dihadirkan dalam forum yang dihadiri ratusan mahasiswa pada Senin (13/4/2026) malam hingga Selasa dini hari.

Peringatan hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Kegagalan implementasi arah/peta jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius, juga orang-orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas msh di bawah umur) sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan anak semata. Minimnya pendidikan nilai-nilai agama yang benar dalam pendidikan sekuler, memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan.

Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan. Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya.
Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pelajar. 

Negara Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba dalam amal kebaikan. Sinergi pendidikan dalam keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara harus berpijak pada aqidah dan syariat Islam.
Bagikan:
KOMENTAR