‎ ‎
‎ ‎

Memperkuat Dayah, Menegaskan Arah


author photo

23 Apr 2026 - 18.36 WIB



Oleh: Eva Herlina, ST, MT

Langkah Dinas Pendidikan Dayah Aceh menetapkan empat program prioritas patut diapresiasi. Digitalisasi data melalui E-Datuda, peningkatan mutu pendidik, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan sarana prasarana menunjukkan adanya upaya serius dalam membenahi pendidikan dayah.

Namun, penguatan teknis saja belum cukup. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan arah dari seluruh program tersebut.

Dayah selama ini memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Karena itu, peningkatan kualitasnya tidak seharusnya hanya diukur dari aspek administratif, fasilitas, atau bahkan kompetensi yang berorientasi pasar semata.

Lebih dari itu, dayah perlu tetap menjadi pusat pembentukan kepribadian Islam yang utuh—yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk arah masyarakat itu sendiri.

Program digitalisasi, misalnya, akan sangat bermanfaat jika tidak sekadar berhenti pada integrasi data, tetapi benar-benar digunakan untuk merancang kebijakan yang berpihak pada penguatan peran dayah. Demikian pula peningkatan kapasitas pendidik, idealnya tidak hanya mengejar standar formal, tetapi juga memperkuat substansi keilmuan dan nilai yang diajarkan.

Pemberdayaan ekonomi santri pun perlu diarahkan agar tidak sekadar menghasilkan keterampilan praktis, tetapi juga membangun kemandirian yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah.

Seharusnya dari dayah lahir pemuda-pemuda yang menjadi penggerak perubahan peradaban—bukan sekadar siap bekerja, tetapi siap memimpin. Mereka adalah generasi yang pola pikirnya dibangun di atas landasan Islam, dan bergerak dalam kerangka kehidupan yang juga berlandaskan sistem Islam secara kaffah.

Pada akhirnya, memperkuat dayah bukan hanya soal program, tetapi soal arah dan visi. Di sanalah letak pembeda antara sekadar perbaikan sistem, dengan upaya membangun peradaban.

Jika arah ini terjaga, maka dayah tidak hanya akan bertahan, tetapi mampu menjadi pilar penting dalam membentuk masa depan Aceh.
Bagikan:
KOMENTAR